Jenderal Bintang 2 TNI Pasang Badan Bela Allano Lima usai Dihujani Serangan Rasisme

Pemain Persija Jakarta, Allano Lima
Sumber :
  • ILeague

VoxPop – Persija Jakarta menyatakan sikap tegas terhadap serangan bernuansa rasial yang dialami salah satu pemainnya, Allano Lima, seusai laga panas kontra Persib Bandung. Insiden tersebut mencuat setelah duel pekan ke-17 Super League 2025/2026 yang berakhir dengan kekalahan Persija 0-1 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

img_title Sempat Diisukan ke Persija, Bung Harpa Ungkap Faktor yang Bikin Peralta Gabung Persib Bandung: Ada Luka saat Proses Nego

Manajer Persija Jakarta, Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko, menegaskan klub tidak tinggal diam. Manajemen memastikan berdiri penuh di belakang Allano dan memberikan pendampingan yang dibutuhkan untuk menghadapi situasi tersebut.

“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” ujar Ardhi Senin 12 Januari 2026. 

img_title 3 Pemain Asing Jebolan Super League Musim Lalu yang Laris Manis di Luar Negeri, Lulusan Persib-Persija Dominan

Jenderal bintang 2 TNI AU itu menegaskan isu rasisme bukan persoalan sepele. Menurutnya tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan verbal yang mencederai martabat individu sekaligus nilai-nilai olahraga. Kekecewaan pun disampaikan karena praktik semacam ini dinilai masih terus berulang di sepak bola nasional.

Dia menilai serangan yang dialami Allano di media sosial setelah pertandingan merupakan bukti bahwa persoalan rasisme belum sepenuhnya teratasi. Klub menegaskan bahwa rasisme tidak bisa ditoleransi dengan alasan apa pun, termasuk sebagai luapan emosi sesaat akibat hasil pertandingan.

img_title Shin Tae-yong Blak-blakan Soal Pemain Muda Persija: Jangan Sampai Kena Prank!

“Rasisme bukan candaan, bukan pula bentuk ekspresi emosi. Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang,” tegasnya

Selain mengecam rasisme, Ardhi juga menyoroti berbagai tindakan tidak suportif lain yang muncul setelah laga, termasuk ujaran kebencian dan ancaman terhadap pelaku sepak bola. Klub menilai seluruh elemen harus menahan diri agar tidak ada korban berikutnya.

Ardhi mendorong adanya efek jera bagi pelaku tindakan tersebut. Klub menilai sepak bola semestinya menjadi ruang aman bagi pemain, suporter, dan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya, bukan arena intimidasi maupun kebencian.

“Siapa pun pelakunya harus sadar bahwa tindakan seperti ini mencederai marwah sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan,” tutupnya.

Trofi Piala Presiden 2026

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Resmi Digelar di Bali, Hadiah Juara Naik Jadi Rp8 Miliar

Panitia Piala Presiden 2026 resmi menetapkan Bali sebagai tuan rumah babak semifinal hingga final. Kepastian tersebut diumumkan Ketua Steering Committee (SC) Piala Presid

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut