Pelatih Real Madrid Bicara Jujur Usai Dipermalukan Klub Kasta Kedua Albacete: Ini Menyakitkan!
- Dok. Real Madrid
Pelatih berusia 43 tahun itu menegaskan dirinya adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasil buruk tersebut.
“Jika ada yang harus bertanggung jawab atas kekalahan ini, itu saya. Saya yang mengambil keputusan soal susunan pemain, cara bermain, hingga pergantian pemain,” tegasnya.
Meski kecewa, Arbeloa menolak larut dalam rasa putus asa. Ia menilai kegagalan adalah bagian dari proses menuju kesuksesan.
“Saya tidak takut pada kegagalan. Dalam hidup, saya belajar bahwa kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan, bukan sebaliknya. Kekalahan ini akan membuat saya dan tim menjadi lebih baik,” tegasnya.
Arbeloa juga menepis anggapan bahwa tersingkirnya Madrid bisa menjadi keuntungan karena jadwal menjadi lebih longgar.
“Kalah bersama Real Madrid tidak pernah menjadi sebuah kelegaan. Kami tidak datang ke sini dengan tujuan untuk tersingkir,” katanya.
Sorotan juga mengarah pada komposisi tim yang diturunkannya. Namun Arbeloa tetap yakin dengan keputusannya.
“Saya tidak menyesal. Saya akan melakukan hal yang sama lagi. Tim yang saya turunkan mampu mengalahkan siapa pun. Saya punya skuad luar biasa dan itu sebuah kemewahan bagi seorang pelatih,” ucapnya.
Terkait Vinícius Jr., Arbeloa memberikan pembelaan. Ia menilai sang winger menunjukkan komitmen besar meski baru melewati jadwal padat.
“Dia ingin berada di sini dan membantu tim. Dia berani mengambil tanggung jawab dan tidak pernah bersembunyi. Itulah Vini yang ingin saya lihat,” katanya.
Dengan tersingkir dari Copa del Rey, Real Madrid kini hanya menyisakan dua target utama musim ini, yakni LaLiga dan Liga Champions. Arbeloa pun menegaskan fokus tim sepenuhnya beralih ke dua kompetisi tersebut.
“Kami adalah klub pemenang. Kami hanya melihat ke depan. Sekarang kami memikirkan LaLiga dan Liga Champions, yang merupakan tujuan utama kami,” ujar Arbeloa.
Madrid dijadwalkan kembali berlatih di Valdebebas dan akan menjamu lawan berikutnya di Santiago Bernabéu pada Sabtu mendatang. Bagi Arbeloa, laga tersebut menjadi ujian karakter pertama dalam era kepelatihannya.
