Terpopuler: VAR Zalimi Manchester United, Jamie Carragher Pilih 4 Pelatih MU
- Dok. Manchester United
Kabar mendekatnya Layvin Kurzawa ke Persib Bandung tidak hanya memicu antusiasme, tetapi juga memunculkan satu perhatian utama di kalangan publik sepak bola nasional: riwayat cedera sang pemain.
Di tengah statusnya sebagai eks bintang Paris Saint-Germain, catatan kebugaran Kurzawa menjadi topik yang ramai dibahas di media sosial. Nama bek asal Prancis itu belakangan santer dikaitkan dengan Persib Bandung pada jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026.
Sejumlah media Prancis, termasuk Foot Mercato dan L’Equipe, mengabarkan bahwa proses kepindahan Kurzawa ke Bandung sudah berada di tahap lanjut.
Foot Mercato menjadi media pertama yang mengungkap isu pendekatan Persib terhadap Kurzawa. Sementara itu, L’Equipe melaporkan bahwa pemain berusia 33 tahun tersebut dijadwalkan bergabung dengan Persib pada akhir pekan ini. Informasi tersebut memperkuat sinyal bahwa transfer ini tinggal menunggu peresmian.
Seiring mencuatnya kabar tersebut, diskusi di platform X dan Instagram bergeser ke satu hal yang tak terpisahkan dari profil Kurzawa: riwayat cedera panjang yang pernah dialaminya selama berkarier di Eropa. Data dari Transfermarkt menunjukkan bahwa mantan pemain PSG itu beberapa kali harus menepi akibat masalah kebugaran.
3. Gagal Penalti di Final Piala Afrika, Brahim Diaz: Jiwaku Sakit, Sulit Bagiku untuk Pulih
Final Piala Afrika yang seharusnya menjadi panggung penutup kejayaan justru meninggalkan luka mendalam bagi Brahim Diaz. Bintang Timnas Maroko itu secara terbuka mengakui kondisi mentalnya terguncang setelah gagal mengeksekusi penalti krusial yang berpotensi mengubah hasil pertandingan melawan Senegal.
Momen tersebut terjadi di penghujung laga final yang berlangsung panas dan sarat kontroversi. Maroko tertinggal 0-1 dari Timnas Senegal dalam pertandingan yang diwarnai protes keras, hingga penundaan pertandingan selama 20 menit. Pemain Real Madrid tersebut dipercaya menjadi eksekutor penalti untuk Maroko pada menit-menit akhir babak kedua ketika skor masih 0-0.
Namun, alih-alih menjadi penyelamat, eksekusi Panenka yang dilakukannya justru terlalu lemah dan dengan mudah diamankan kiper Senegal, Edouard Mendy. Kesempatan emas itu pun hangus.
