Kiper PSIR, Sang Penendang Brutal Buka Suara

Kiper PSIR, Raihan Alfariq
Sumber :
  • Persikabao

VoxPop – Insiden mengerikan kembali mencoreng kompetisi sepakbola kasta bawah Indonesia. Kali ini terjadi dalam laga Liga 4 antara PSIR Rembang melawan Persikaba Blora di Stadion Krida, Rabu 21 Januari 2026.

img_title 32 Klub U-16 Berebut Tiket ke Thailand, Ajang Pencarian Bintang Masa Depan Indonesia Resmi Bergulir

Pertandingan yang berakhir imbang 0-0 itu diwarnai aksi brutal kiper PSIR, Raihan Alfariq, yang menendang dada pemain Persikaba, Rizal Dimas Agesta, saat mencoba menggagalkan peluang lawan.

Momen tersebut terekam dalam video yang diunggah Persikaba Blora di media sosial. Insiden bermula dari situasi tendangan bebas untuk tim tamu. Rizal Dimas menjadi target umpan, sementara Raihan berusaha keluar dari sarangnya untuk menghalau bola.

img_title Legalitas Lengkap, Pemkab Blora Pastikan 45 Koperasi Merah Putih Mulai Beroperasi

Namun, bola lebih dulu mengenai kepala pemain Persikaba lain. Gagal menguasai bola, Raihan justru mengangkat kakinya lebih tinggi dari pinggang dan mengenai dada Rizal yang berada tepat di depannya. Tendangan keras itu tak terhindarkan.

Usai laga, Persikaba Blora mengungkapkan kondisi Rizal yang mengalami luka di dada sebelah kanan dan sempat membutuhkan bantuan oksigen akibat benturan keras tersebut.

img_title Derby Jabar, Akademi Persib Tantang Putri Garut di Final Soccer League All-Stars U-18

Menjelang pergantian hari, PSIR Rembang mengunggah video permintaan maaf dari Raihan Alfariq. Dalam pernyataannya, sang kiper mengaku menyesal dan menegaskan tidak memiliki niat mencederai lawan.

“Saya sebagai kiper PSIR Rembang, dalam laga melawan Persikaba Blora pada Rabu (21/1/2026) sore tadi, dalam keadaan sadar dan atas nama pribadi memohon maaf atas insiden yang menimpa saudara kami Rizal Dimas Agesta,” ujar Raihan.

“Insiden tersebut murni akibat gerakan refleks tanpa ada sedikit pun niat untuk mencederai. Saya juga meminta maaf kepada manajemen dan ofisial Persikaba Blora, serta kepada manajemen dan ofisial PSIR Rembang,” lanjutnya.

Insiden ini menambah panjang daftar aksi kekerasan di Liga 4 yang terjadi dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, publik sepak bola nasional juga digegerkan oleh kasus tendangan kungfu, pemukulan pemain lawan, hingga tekel keras saat selebrasi gol.

Ironisnya, berbagai hukuman larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola—termasuk yang dijatuhkan kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar (Putra Jaya Pasuruan) dan Dwi Pilihanto (KAFI FC)—ternyata belum cukup memberi efek jera.

Liga 4 kembali menjadi sorotan, bukan karena prestasi, melainkan karena minimnya kontrol emosi dan penegakan disiplin di lapangan hijau.

SeeJontor FC Luncurkan Jersey Musim 2026/2027

SeeJontor FC Luncurkan Jersey Baru, Simbol Semangat Persaudaraan Jurnalis Lewat Sepakbola

Komunitas sepak bola jurnalis SeeJontor FC resmi memperkenalkan jersey terbaru untuk musim 2026/2027. Peluncuran yang berlangsung di Lapangan B Senayan, Jakarta Pusat, Se

img_title
VoxPop.co.id
1 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut