Bos Besar Inter Milan Ngamuk Usai Emil Audero Diserang Suporter

Kiper Cremonese, Emil Audero
Sumber :

VoxPop – Presiden Inter Milan, Beppe Marotta, angkat suara usai insiden pelemparan petasan yang mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, dalam laga lanjutan Liga Italia 2025/2026. Marotta mengecam keras aksi tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan bodoh yang mencoreng sportivitas sepak bola.

img_title Prabowo Ajak Klub hingga Media Bersatu Wujudkan Mimpi Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030

Pertandingan Cremonese vs Inter Milan berlangsung di Stadion Giovanni Zini, Senin dini hari 2 Februari 2026 WIB. Inter keluar sebagai pemenang dengan skor 2-0 lewat gol Lautaro Martinez pada menit ke-16 dan Piotr Zielinski pada menit ke-31.

Namun, laga yang berjalan menarik itu ternoda oleh insiden serius di babak kedua. Pada menit ke-49, sejumlah petasan dilemparkan dari arah tribun utara stadion yang disebut sebagai area suporter Inter Milan. Salah satu petasan masuk ke lapangan dan meledak di dekat Emil Audero hingga membuat kiper kelahiran Lombok tersebut harus mendapatkan perawatan medis.

img_title Pesan Prabowo di Kongres PSSI 2026: Negara Tak Boleh Mematikan Mimpi Anak Indonesia Bela Timnas

Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan sementara. Meski demikian, Audero dinyatakan mampu melanjutkan laga hingga akhir pertandingan. Hingga kini, motif pelemparan petasan tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Mengutip laporan Sky Sport Italia, pelaku pelemparan telah berhasil diidentifikasi. Ia disebut bukan bagian dari kelompok suporter terorganisasi. Insiden tersebut justru berbalik mencelakai pelaku, karena salah satu petasan meledak di tangannya hingga menyebabkan ia kehilangan tiga jari.

img_title Prabowo Targetkan Timnas Indonesia Tampil di Piala Dunia 2030, Erick Thohir Diminta Susun Blueprint

Situasi di tribun sempat memanas. Sejumlah suporter Inter Milan dilaporkan mencoba menyerang pelaku saat ia dievakuasi ke ambulans. Saat ini, pelaku dirawat di rumah sakit dan akan diamankan oleh pihak kepolisian setelah kondisinya stabil.

Insiden ini berpotensi berbuntut panjang bagi Inter Milan. Otoritas Liga Italia tengah mempertimbangkan sanksi yang bisa dijatuhkan, mulai dari denda, penutupan sebagian stadion, hingga larangan pertandingan tandang.

Usai laga, Beppe Marotta melontarkan kecaman keras. Ia mengaku belum pernah mengalami insiden serupa sepanjang kariernya di dunia sepak bola.

“Ini situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun. Itu adalah tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas. Kami tahu pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan,” ujar Marotta.

Marotta menegaskan Inter Milan mengutuk keras kejadian tersebut dan menunggu hasil investigasi resmi. Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya sepak bola yang aman dan beradab.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut