Dari Calon Juara ke Tertekan! Arsenal Tergelincir, City Siap Menyalip Tanpa Ampun
- Action Images via Reuters/Lee Smith
Sebaliknya, Arsenal masih dalam proses membangun mental juara. Dalam dua musim terakhir, mereka selalu finis sebagai runner-up, menunjukkan konsistensi, tetapi belum mampu menuntaskan pekerjaan.
Eks pemain City, Micah Richards bahkan menyebut laga ini sebagai penentu.
“Sejak awal saya bilang, siapa yang menang di pertandingan ini akan jadi juara,” ujarnya.
Pendapat serupa juga datang dari Gary Neville yang menilai City kini berada di posisi sangat diuntungkan.
“City sekarang punya keunggulan besar,” kata Neville.
Jadwal Penentu dan Harapan yang Masih Tersisa
Secara matematis, peluang Arsenal belum tertutup. Mereka masih memiliki lima pertandingan tersisa yang secara teori bisa disapu bersih. Jika mampu bangkit dan menjaga konsistensi, tekanan bisa kembali dialihkan ke City. Apalagi, tim rival juga masih memiliki jadwal yang tidak sepenuhnya mudah.
Selain itu, Arsenal juga masih bertarung di Liga Champions UEFA, yang bisa menjadi momentum untuk mengembalikan kepercayaan diri tim. Namun, satu hal yang jelas: Arsenal tidak boleh lagi terpeleset.
Kekalahan ini juga kembali membuka satu persoalan klasik Arsenal, yakni kurang tajamnya lini depan. Beberapa peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, termasuk sundulan di menit akhir yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan.
