Profil Timnas Portugal: Cristiano Ronaldo Siap Guncang Piala Dunia 2026
- Reuters
Roberto Martinez sukses membangun gaya bermain yang lebih fleksibel dibanding era sebelumnya. Portugal mampu memainkan sepak bola menyerang dengan penguasaan bola tinggi, tetapi tetap agresif saat transisi.
Portugal sempat ditahan imbang Hungaria dan secara mengejutkan kalah 0-2 dari Republik Irlandia pada November 2025. Kekalahan itu membuat kelolosan mereka sempat tertunda dan memunculkan kritik terhadap lini belakang yang dianggap terlalu mudah ditembus dalam serangan balik.
Tekanan justru membuat Portugal tampil on fire. Pada laga terakhir grup di Estadio do Dragao, Porto, Portugal menghancurkan Armenia dengan skor telak 9-1. Kemenangan telak itu memastikan mereka finis sebagai juara grup sekaligus lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Sepanjang kualifikasi, Portugal menjadi salah satu tim paling produktif di Eropa. Cristiano Ronaldo bahkan kembali memecahkan rekor sebagai pemain dengan gol terbanyak dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia zona Eropa.
Cristiano Ronaldo dan Misi Terakhir Sang Raja
Tidak ada cerita Portugal tanpa Cristiano Ronaldo. Piala Dunia 2026 menjadi turnamen keenam Ronaldo di ajang Piala Dunia, sesuatu yang hampir mustahil dibayangkan beberapa tahun lalu. (Reuters)
Meski usianya sudah 41 tahun, Ronaldo tetap dipanggil Roberto Martinez karena pengaruhnya jauh melampaui statistik. Ia masih menjadi pemimpin ruang ganti, sumber motivasi pemain muda, sekaligus ancaman nyata di kotak penalti lawan.
Ronaldo datang ke turnamen ini dengan rekor luar biasa:
- 226 caps bersama Portugal
- 143 gol internasional
- Pencetak gol internasional terbanyak sepanjang sejarah sepak bola pria
Banyak pengamat menyebut Piala Dunia 2026 sebagai “dansa terakhir sang raja”. Jika Portugal mampu melaju jauh, turnamen ini bisa menjadi penutup sempurna bagi karier internasional salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
Kekuatan Portugal di Piala Dunia 2026
Portugal saat ini memiliki lini tengah yang dianggap paling komplet sepanjang sejarah mereka. Bruno Fernandes menjadi otak permainan sekaligus kreator utama serangan. Visi bermain dan kemampuan umpan vertikalnya menjadi senjata penting Portugal. Bernardo Silva tetap menjadi pemain paling cerdas dalam penguasaan bola. Ia mampu membuka ruang sempit dan mengontrol ritme pertandingan.
