Hitung-hitungan Gaji Shin Tae-yong di Persija Jakarta, Benarkah Bisa Kantongi Rp2 Miliar Sebulan?
- persija.id
Jika angka tersebut dibagi ke dalam 12 bulan, maka penghasilan Shin Tae-yong diperkirakan menyentuh Rp2,25 miliar per bulan. Jumlah itu belum memasukkan berbagai fasilitas lain yang biasanya diterima pelatih top, mulai dari kendaraan operasional, tempat tinggal, bonus prestasi, hingga kerja sama komersial.
Perkiraan tersebut juga sejalan dengan laporan media Malaysia, New Strait Times, yang pernah mengulas pendapatan mantan pelatih Timnas Indonesia itu. Dalam laporannya, media tersebut menyebut Shin Tae-yong termasuk pelatih dengan bayaran tinggi di kawasan Asia.
“Mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, dilaporkan memperoleh penghasilan sebesar US$1,5 juta (RM7,2 juta) per tahun, atau RM600.000 per bulan,“ rilis New Strait Times.
Bila dikonversi ke mata uang rupiah, angka tersebut berkisar Rp27 miliar per tahun atau sekitar Rp2,25 miliar setiap bulan. Dengan demikian, jika Persija mempertahankan standar kontrak yang mendekati pendapatannya saat menangani Timnas Indonesia, bukan tidak mungkin Shin Tae-yong akan menjadi salah satu pelatih dengan gaji tertinggi dalam sejarah kompetisi sepak bola Indonesia.
Rekam Jejak Mentereng di Dunia Kepelatihan
Besarnya estimasi gaji Shin Tae-yong tentu tidak lepas dari rekam jejak yang dimilikinya selama berkarier sebagai pelatih. Namanya mulai dikenal luas ketika membawa Korea Selatan menciptakan kejutan dengan mengalahkan Jerman pada fase grup Piala Dunia 2018.
Di Indonesia, Shin Tae-yong juga meninggalkan warisan penting selama menangani Timnas. Ia berperan besar dalam meningkatkan daya saing skuad Garuda di level Asia sekaligus melahirkan banyak pemain muda yang kini menjadi tulang punggung tim nasional.
Meski banyak yang mengenalnya sebagai pelatih tim nasional, pengalaman Shin Tae-yong di level klub sebenarnya juga cukup panjang. Sebelum dipercaya menangani Korea Selatan, ia pernah meraih sukses bersama Seongnam Ilhwa Chunma di kompetisi Korea Selatan.
Bersama klub tersebut, Shin Tae-yong berhasil mempersembahkan gelar AFC Champions League 2010 serta Piala FA Korea 2011. Prestasi itu menjadi bukti bahwa dirinya tidak hanya piawai membangun tim nasional, tetapi juga mampu membawa klub meraih trofi bergengsi.
Meski demikian, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus. Pada periode terakhir sebelum dikaitkan dengan Persija, Shin Tae-yong sempat menangani Ulsan HD. Namun kiprahnya bersama klub tersebut berakhir lebih cepat setelah hasil yang diraih belum memenuhi harapan.
