Di Balik Kesuksesannya, Mathew Baker Ternyata Pernah Menghadapi Tantangan Besar: Sang Ibu Ungkap Faktanya
- Istimewa
Kembali ke Tanah Leluhur
Selain membela Timnas Indonesia, ada momen emosional lain yang dirasakan keluarga Baker. Sang ibu mengaku bahagia melihat kedua putranya kembali menginjakkan kaki di Sumatera Utara, daerah asal keluarga besar mereka.
Wilayah tersebut memiliki arti khusus karena menjadi tempat asal para leluhur keluarga Sitorus. Kunjungan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa meski lahir dan tumbuh di Australia, Mathew dan Timothy tetap memiliki akar yang kuat dengan Indonesia.
Dalam ajang Piala AFF U-19 2026, Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Australia pada babak semifinal. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi salah satu laga paling emosional dalam karier Mathew.
Pasalnya, Australia merupakan negara tempat ia lahir dan menghabiskan masa kecilnya. Namun kini, ia harus berhadapan dengan negara tersebut demi memperjuangkan kemenangan bagi Indonesia.
Situasi serupa juga dirasakan oleh Timothy Baker yang memiliki latar belakang yang sama.
Meski demikian, keluarga Baker menegaskan bahwa mereka mendukung penuh perjuangan kedua putra mereka bersama Timnas Indonesia. Sang ibu berharap Mathew dan Timothy dapat memberikan performa terbaik, meraih kesuksesan, dan terus membawa kebanggaan bagi keluarga serta bangsa Indonesia.
Nasionalisme yang Semakin Kuat
Ayah Mathew Baker Tak Kuasa Menahan Haru, Debut Sang Anak Bersama Timnas Indonesia
- Tangkapan layar YouTube
Dukungan dari keluarga, penerimaan hangat dari rekan-rekan setim, serta kesempatan mengenakan lambang Garuda di dada membuat nasionalisme Mathew Baker semakin tumbuh.
Di usia yang masih 17 tahun, ia telah menunjukkan komitmen besar untuk Indonesia. Kisahnya menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh tempat lahir, tetapi juga oleh ikatan keluarga, budaya, dan rasa bangga terhadap akar yang dimiliki.
