Belanda vs Jepang: De Oranje Bidik Start Sempurna, Samurai Biru Kehilangan Sang Kapten
- REUTERS/Piroschka Van De Wouw
Di kubu lawan, Belanda datang dengan misi besar mengakhiri kutukan panjang di Piala Dunia. Tiga kali mencapai final tanpa pernah mengangkat trofi membuat De Oranje kembali memburu sejarah.
Pelatih Ronald Koeman memang kehilangan salah satu bek andalannya, Jurrien Timber, yang harus dicoret akibat cedera pangkal paha. Posisi pemain Arsenal tersebut kemudian digantikan oleh Lutsharel Geertruida.
Namun, absennya Timber diyakini tidak terlalu mengurangi kekuatan Belanda. Skuad De Oranje tetap dihuni sederet pemain yang terbiasa tampil di kompetisi elite Eropa dan Liga Champions.
Laga ini juga menghadirkan nuansa nostalgia. Jepang dan Belanda terakhir kali bertemu di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, Belanda menang tipis 1-0 lewat gol Wesley Sneijder dan akhirnya melaju hingga partai final.
Kini, 16 tahun berselang, kedua negara kembali bertemu dengan generasi yang berbeda dan ambisi yang sama besar.
Selain menjadi perebutan tiga poin penting, hasil pertandingan ini berpotensi menentukan peta persaingan Grup F yang juga dihuni Swedia dan Tunisia. Kemenangan pada laga pembuka bisa menjadi modal berharga untuk melangkah ke fase gugur.
Belanda memang sedikit lebih diunggulkan berkat kedalaman skuad dan pengalaman mereka di turnamen besar. Namun jika melihat rekam jejak Jepang yang kerap membuat kejutan, duel di Dallas diprediksi berlangsung sengit hingga peluit akhir berbunyi.
