STY Tegas, Pemain Malas dan Sombong Tak Punya Tempat di Persija

Pelatih baru Persija Jakarta, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Dok. Persija

VoxPop – Pelatih anyar Persija Jakarta Shin Tae-yong (STY) menegaskan hanya akan memilih pemain yang memiliki mentalitas berjuang, etos kerja tinggi, dan siap berkorban demi tim untuk menghadapi kompetisi musim 2025/2026. 

img_title Persebaya Juara Piala Presiden 2026, Pandit Ini Soroti PR Besar Persib Bandung: Titik Lemah Harus Dibenahi

Menurut pelatih asal Korea Selatan tersebut, sepak bola modern menuntut kerja kolektif dan intensitas permainan yang tinggi. Karena itu, ia tidak akan memberikan tempat kepada pemain yang enggan bekerja keras atau lebih mementingkan diri sendiri dibanding kepentingan tim.

STY menegaskan karakter pemain menjadi salah satu faktor utama dalam proses seleksi skuad. Ia menginginkan seluruh pemain memiliki kemauan untuk berjuang bersama dan menunjukkan komitmen penuh di lapangan.

img_title Nasib John Herdman Bisa Lebih Buruk dari Shin Tae-yong jika Timnas Indonesia Gagal Lolos

Pelatih baru Persija Jakarta Shin Tae-yong

Photo :
  • persija.id

"Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola," kata STY, dikutip dari laman I.League Jumat, 19 Juni 2026.

img_title Pernyataan Berkelas Shin Tae-yong Usai Persija Libas Arema, Peringkat 3 Piala Presiden di Tangan

Mantan pelatih Timnas Indonesia itu menjelaskan bahwa pengorbanan yang dimaksud bukan sekadar menjalankan tugas sesuai posisi masing-masing. Ia menilai setiap pemain harus siap membantu tim dalam berbagai situasi, termasuk ketika kehilangan bola.

Sebagai contoh, STY menilai seorang penyerang juga harus memiliki kesediaan untuk turun membantu pertahanan. Baginya, tindakan tersebut mencerminkan komitmen pemain dalam menempatkan kepentingan tim di atas kepentingan individu.

"Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, STY menekankan bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu. Menurut dia, kesamaan visi dan semangat kolektif menjadi faktor penting untuk menciptakan kekompakan di dalam tim.

Ia menilai aksi pengorbanan yang dilakukan seorang pemain dapat memberikan efek positif kepada rekan-rekan setimnya. Sikap tersebut dinilai mampu membangun solidaritas dan mendorong seluruh pemain untuk bekerja lebih keras di lapangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut