Portofolio Laurin Ulrich, Gelandang Muda Jerman yang Kabarnya Masuk Radar Timnas Indonesia
- vfb.de
VoxPop – Laurin Ulrich, gelandang muda Jerman belakangan kembali dikaitkan masuk radar naturalisasi Timnas Indonesia besutan pelatih John Herdman.
Hal tersebut dikatakan oleh Noor Korompot selaku Staf Khusus Menteri Hukum Bidang Transformasi Digital di media sosial Instagram-nya, Selasa (23/6).
“Nama Laurin Ulrich adalah pemain muda berbakat, yang digadang-gadang jadi pemain naturalisasi untuk Timnas Indonesia di 2026 ini,” kata Noor Korompot.
“Laurin itu memiliki garis keturunan Indonesia dari kakeknya asal Surabaya, Jawa Timur. Saat ini Laurin aktif sebagai gelandang di klub FC Magdeburg,” lanjutnya.
Adapun Laurin Ulrich menjadi satu dari dua pemain muda Jerman yang kerap dihubungkan dengan Timnas Indonesia setelah eks Bayer Leverkusen, Reno Munz.
Namun pernyataan Laurin Ulrich dalam wawancaranya bersama klub 1. FC Magdeburg beberapa waktu lalu seolah mengisyaratkan jika sang pemain tertarik.
“Saya tahu ada permintaan [untuk bermain bagi Timnas Indonesia], tapi saat ini saya bermain untuk Jerman. Saya rasa itulah yang terpenting bagi saya,“ ucap Ulrich saat wawancara dengan 1. FC Magdeburg (20/9/2025).
“Saya tidak akan pernah mengatakan tidak [bermain untuk Timnas Indonesia], jadi saya tidak akan sepenuhnya mengesampingkannya,“ tambahnya.
Rekam Jejak Laurin Ulrich
Lahir di Heidenheim, Jerman, 31 Januari 2005, Laurin Ulrich sejak kecil telah menimba ilmu di VfB Stuttgart. Sebelumnya, ia bermain untuk akademi TSG Nattheim saat berusia 9 tahun.
Butuh empat tahun bagi playmaker berpostur 180 cm itu untuk menembus tim utama. Pada 2020, dia mendapat kenaikan tingkat ke VfB Stuttgart U-17.
Dua musim berselang, Laurin Ulrich akhirnya promosi ke VfB Stuttgart senior. Usianya yang saat itu baru genap 17 tahun sehingga ia kesulitan menembus tim utama.
Hanya satu pertandingan saja dicatatkan Laurin Ulrich bersama VfB Stuttgart dalam dua musim sebelum dipinjamkan ke SSV Ulm 1846 pada Juli 2024.
Sekembalinya dari masa peminjaman, Laurin Ulrich kembali ke VfB Stuttgart, namun ia harus turun kasta ke tim reserve. Di sini, performnya menggila.
6 gol dan 17 assist dari 41 penampilan dicatatkan Laurin Ulrich. Kendati demikian, semuanya tak cukup membuat jajaran pelatih tim utama VfB Stuttgart terkesan.
Sampai kemudian pemain berdarah Surabaya tersebut kembali disekolahkan. Kali ini ke klub kasta kedua 1. FC Magdeburg. Masing-masing 3 gol dan 3 assist dari 36 laga ditorehkan.
Sementara itu di level internasional, Laurin Ulrich merupakan playmaker Timnas Jerman kelompok umur, mulai dari level U-16, U-17, U-18, sampai terakhir U-19.
Selama di tim muda Jerman, Laurin Ulrich telah mencatatkan total 25 kali penampilan dengan torehan enam gol meski posisinya sebagai gelandang serang.
Dipuji Scouting Eropa
Gelandang muda Jerman yang kabarnya masuk radar Timnas Indonesia Laurin Ulrich
- Instagram @laurin.ulrich
Pada September 2025 lalu, scouting Eropa Emir Scouting lewat akun X-nya mengatakan bahwa sayang jika Timnas Indonesia melewatkan talenta dari Laurin Ulrich.
“Salah satu pemain muda nasional Jerman paling berbakat, dan saya mengatakannya dengan sepenuh hati, Laurin Ulrich,“ cuit @EKScouting, Kamis (11/9/2025) sambil menyematkan bendera Indonesia-Jerman.
Pemandu bakat Eropa tersebut mengungkapkan bahwa playmaker muda jebolan VFB Stuttgart tersebut punya sejumlah kemampuan di atas rata-rata.
“Kreator yang sungguh istimewa dengan visi + kecerdasan; Pendribel yang kuat, elegan saat menguasai bola; Tidak banyak mendapat pujian,“ puji Emir Scouting.
“Sangat berkelas,“ ujarnya dengan kagum.
PSSI Pernah Dekati Laurin Ulrich Tahun Lalu
Laurin Ulrich
- Instagram - Laurin Ulrich
Di lain kesempatan, YouTuber Yussa Nugraha pernah mengungkapkan bahwa PSSI ternyata sudah melakukan penjajakan dengan ayah Laurin Ulrich.
“Laurin sudah didekati oleh PSSI. PSSI sudah ngobrol dengan ayahnya Laurin. Agen dari PSSI, Fardy Bachdim sudah menghubungi ayahnya Laurin,” kata Yussa Nugraha, 11 September silam.
Namun saat itu, Laurin Ulrich masih belum dapat ditemui oleh PSSI. Ini karena klubnya meminta agar sang pemain fokus lebih dahulu bersama klubnya.
“Dengan Laurin sendiri, PSSI belum melakukan komunikasi karena diminta fokus bersama klubnya,” tegas Yussa Nugraha.
