Masuk Timnas Indonesia Kini Tak Cukup Punya Skill, John Herdman Utamakan Hal Ini

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dan Witan Sulaeman
Sumber :
  • PSSI

Jakarta, VoxPop –  Selama puluhan tahun, Timnas Indonesia selalu datang ke Piala AFF dengan harapan yang sama, mengakhiri penantian panjang mengangkat trofi juara. Namun, mimpi itu berkali-kali kandas meski skuad Garuda tak pernah kekurangan pemain bertalenta.

img_title Dijuluki Erling Haaland, Kemana Mitchell Baker saat Timnas Indonesia Dihajar Vietnam?

Pengalaman itulah yang kini menjadi bahan evaluasi Badan Tim Nasional (BTN) bersama pelatih John Herdman dalam menyusun Timnas Indonesia untuk ASEAN Hyundai Cup 2026 atau Piala AFF 2026. Kali ini, kemampuan mengolah bola bukan lagi satu-satunya syarat untuk mengenakan seragam Garuda.

Di balik proses seleksi yang sedang berjalan, Herdman justru memberi perhatian besar pada satu aspek yang selama ini dinilai kerap menjadi pembeda di pertandingan-pertandingan penting, yakni kekuatan mental pemain.

img_title John Herdman Bikin Rekor Memalukan, Vietnam Akhiri Kutukan 24 Tahun usai Hancurkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Ketua BTN Sumardji mengatakan, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Menurutnya, hasil evaluasi dari berbagai kegagalan Indonesia di Piala AFF menunjukkan bahwa kualitas teknik saja belum cukup untuk membawa tim menjadi juara.

"Kalau ditanya evaluasinya, dari sekian tahun kita tidak pernah bisa menjuarai, ya banyak. Salah satu evaluasi yang utama adalah bagaimana membangun karakter mental para pemain kita. Ini penting," kata Sumardji dalam forum Water Break PSSI Pers di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat, 3 Juli 2026.

img_title Meski Kalah Telak dari Vietnam, Timnas Indonesia Bisa Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026 Jika Skenario Ini Terjadi

Ia menjelaskan, John Herdman sejak awal telah menyusun program yang tidak hanya berfokus pada kualitas bermain, tetapi juga membangun fondasi mental yang kuat.

"Di awal Coach John mengkolaborasi, menyeimbangkan antara kekuatan mental, antara kekuatan fisik dan skill. Ini semua dikolaborasikan, diseimbangkan untuk bisa tercapai suatu kekuatan yang memang dasar," ujarnya.

Dengan kata lain, pemain yang memiliki kemampuan teknik tinggi belum tentu otomatis mendapat tempat apabila belum mampu memenuhi standar mental dan fisik yang diinginkan tim pelatih.

Sumardji menilai, aspek mental selama ini menjadi salah satu penyebab Indonesia kerap gagal melangkah lebih jauh di turnamen Asia Tenggara.

Karena itu, selama pemusatan latihan seluruh pemain akan dipantau secara menyeluruh. Tim pelatih akan mengevaluasi perkembangan masing-masing pemain sebelum menentukan skuad final.

"Ketika nanti anak-anak TC pasti akan bisa kita lihat. Dari tanggal 5 nanti akan kita analisa dan akan kita lihat detail individu para pemain. Semua akan kita evaluasi nanti di akhir sebelum kita menentukan entah 24, 25, atau 26 pemain," jelasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut