Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik Jadi Rp6 Miliar, Terbesar Sepanjang Sejarah

Ketua SC Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait (tengah) Sebut Hadiah Juara Piala Presiden 2026 Naik jadi Rp6 Miliar
Sumber :
  • Abdul Aziz Masindo/VoxPop.co.id

VoxPop – Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait, mengumumkan hadiah bagi tim juara pada edisi tahun ini naik menjadi Rp6 miliar. Nilai tersebut meningkat Rp500 juta dibandingkan hadiah juara pada turnamen tahun lalu yang nilainya Rp5,5 miliar.

img_title Reaksi Shin Tae-yong usai Persija Gasak PSMS Medan, Singgung Soal Semifinal Piala Presiden 2026

Pengumuman itu disampaikan Maruarar dalam konferensi pers Piala Presiden 2026 di SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut pria yang akrab disapa Ara itu, peningkatan hadiah merupakan bentuk komitmen panitia untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan Piala Presiden dari tahun ke tahun.

img_title Hasil Piala Presiden 2026: Persija Menang Telak Atas PSMS, tapi Belum Pasti Lolos ke Semifinal

"Hadiahnya saya naikkan. Juara pertama tahun lalu mendapat Rp5,5 miliar. Juaranya tahun lalu berasal dari Thailand. Tahun ini hadiah juara satu menjadi Rp6 miliar," kata Maruarar.

Musim lalu, Port FC asal Thailand mencatat sejarah sebagai klub luar negeri pertama yang menjuarai Piala Presiden sekaligus membawa pulang hadiah Rp5,5 miliar. Pada edisi 2026, klub-klub Indonesia tentu memiliki motivasi tambahan untuk merebut kembali trofi sekaligus hadiah yang lebih besar.

img_title Jadwal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Nasib Persija di Ujung Tanduk, Persebaya dan Port FC Berebut Juara Grup

Maruarar memastikan kenaikan hadiah tersebut didukung kondisi finansial turnamen yang sehat. Bahkan, seluruh sponsor utama telah dipastikan bergabung sebelum kompetisi dimulai.

"Kemudian tadi saya sudah mengonfirmasi beberapa pihak. Untuk sponsor sudah beres sebelum turnamen ini dimulai. Ada konferensi pers hari ini. Tepuk tangan buat sponsor kita," ujarnya.

Ia menambahkan, jumlah sponsor masih berpotensi bertambah seiring berjalannya turnamen. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari kepercayaan berbagai pihak terhadap penyelenggaraan Piala Presiden.

"Nanti yang berikutnya biasanya di tengah jalan juga menambah terus. Kenapa? Karena kepercayaan. Trust itu penting," katanya.

Ara menyebut kepercayaan tersebut dibangun melalui reputasi penyelenggaraan yang konsisten selama delapan edisi. Ia menilai kredibilitas PSSI, dukungan Emtek sebagai pemegang hak siar, hingga proses audit independen menjadi fondasi utama yang membuat sponsor terus berdatangan.

"Delapan kali Piala Presiden, saya berpikir keras bagaimana membangun reputasi dan membangun trust. Kalau tidak ada alat ukurnya, susah. Alat ukurnya adalah audit. Dan yang melakukan audit selalu kelas internasional, yaitu PwC," ucap Ara.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut