Media Vietnam Tak Habis Pikir Lihat Timnas Indonesia Terus Lakukan Naturalisasi, Sebut Garuda Bikin Asia dan Dunia Geger
- Instagram @_mitchell.baker
Luke Vickery
- macarthurfc.com
Luke memiliki darah Indonesia dari garis keturunan ibunya. Sang nenek, Hetty Nanda, lahir di Medan, Sumatera Utara, sehingga menjadi dasar hukum bagi Luke untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui mekanisme naturalisasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain Luke Vickery, PSSI juga menuntaskan proses naturalisasi Mitchell Lee Baker. Ia resmi menyandang status sebagai WNI usai menjalani pengambilan sumpah kewarganegaraan pada Senin, 13 Juli 2026.
Prosesi pengambilan sumpah berlangsung pukul 14.00 WIB di Kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Jakarta. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal AHU Kementerian Hukum, Widodo SH, MH, dan turut dihadiri Erick Thohir bersama anggota Komite Eksekutif PSSI sekaligus Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji.
Mitchell Baker lahir di Melbourne, Australia, pada 11 Desember 2006. Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari sang ibu, Maureen Lee Baker, yang berasal dari keluarga berdarah Yogyakarta dan Semarang.
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI
- Instagram/noorkorompotalks
Perjalanan karier sepak bolanya dimulai bersama Hong Kong Football Club saat berusia 10 tahun. Setelah tiga tahun menimba ilmu di sana, ia melanjutkan pembinaan di Australia bersama Northcote City dan Melbourne Victory.
Karier Mitchell kemudian berlanjut ke Amerika Serikat saat bergabung dengan Black Rock FC pada usia 15 tahun. Selanjutnya, ia memperkuat tim Georgetown University sembari menjalani pendidikan, sebelum akhirnya terpilih oleh Colorado Rapids melalui MLS SuperDraft pada awal 2026 dan dijadwalkan bergabung dengan klub tersebut pada akhir tahun.
Kehadiran dua pemain tersebut ternyata membuat media Vietnam, Anninh Thudo tak habis pikir. Menurut mereka, kehadiran dua pemain tersebut bisa membuat Timnas Indonesia semakin disegani.
"Kampanye naturalisasi ini tidak diragukan lagi akan membantu Indonesia meningkatkan kekuatan dan kedalaman skuadnya, membuat para rival Asia waspada dalam persaingan memperebutkan tempat di Piala Dunia 2030," tulis Anninh Thudo. (fan)
