Erick Thohir Ingin Ada Laga Manchester United Vs Persija dan PSG Vs Persib Digelar di Indonesia

Ketum PSSI, Erick Thohir dalam acara konferensi pers Indonesia Super Cup 2026 Chelsea vs AC Milan
Sumber :
  • Abdul Aziz Masindo/VoxPop.co.id

Jakarta, VoxPop – Ketua Umum PSSIErick Thohir mengungkapkan harapan besarnya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Ia membayangkan suatu saat klub-klub Tanah Air mampu menghadapi tim elite Eropa seperti Manchester United (MU) dan Paris Saint-Germain (PSG) dalam pertandingan internasional di Indonesia.

img_title Erick Thohir Dukung Rencana Kontroversial FIFA, Indonesia Berpotensi Raup Rp650 Miliar

Hal tersebut disampaikan Erick saat menghadiri konferensi pers Indonesia Super Cup 2026: Chelsea vs AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Menurut Erick, kehadiran klub-klub besar Eropa seperti Chelsea dan AC Milan menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi besar sebagai tujuan penyelenggaraan pertandingan internasional. Namun, ke depan, ia ingin level klub Indonesia terus berkembang agar mampu bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.

img_title Michael Carrick Inginkan Francisco Conceicao di Manchester United, Juventus Minta Segini

"Ke depan tentu saya juga akan senang kalau misalnya Manchester United melawan Persija, PSG melawan Persib, atau pertandingan besar lainnya," kata Erick.

Meski demikian, Erick menegaskan pertandingan seperti itu tidak bisa terjadi secara instan. Menurutnya, klub-klub Indonesia harus lebih dulu memperbaiki berbagai aspek, mulai dari tata kelola, lisensi klub, hingga kualitas infrastruktur.

img_title Erick Thohir Dukung Rencana Gianni Infantino Jual Saham Piala Dunia, Singgung Perkembangan Timnas Indonesia

"Tetapi mungkin saat ini levelnya memang belum sampai ke sana. Karena itu sekarang yang memungkinkan adalah Chelsea melawan AC Milan, atau Aston Villa masih pakai Indonesia All Stars, bukan Tim Nasional Indonesia," ujarnya.

Erick menjelaskan, pertandingan antara tim nasional dengan klub tidak menjadi prioritas karena laga tersebut tidak memberikan keuntungan dari sisi ranking FIFA. Menurutnya, Timnas Indonesia tetap harus fokus tampil dalam agenda resmi FIFA Matchday.

"Kalau saya dari awal selalu mengatakan, tim nasional itu tidak bertanding melawan klub. Tim nasional bermain dalam agenda FIFA Matchday karena di situ ada poin ranking FIFA. Kalau melawan klub tentu tidak ada poin," ucap Erick.

Karena itu, Erick ingin mendorong klub-klub Indonesia agar memiliki standar yang lebih tinggi sehingga suatu hari mampu menjadi lawan tanding klub elite Eropa.

"Yang ingin kita dorong justru klub-klub Indonesia menjadi klub besar di Asia Tenggara," kata Erick.

"Caranya bagaimana? Klub harus memiliki lisensi yang baik, tata kelola yang baik, serta fasilitas stadion yang memadai," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut