Bung Towel Singgung Lisensi Shin Tae-yong di Persija, Imbas Sanksi KFA: Dia Kerja di Sini Pakai Lisensi Apa?

Shin Tae-yong resmi ditunjuk sebagai pelatih Persija Jakarta
Sumber :
  • tvonenews.com - Ilham Giovani

VoxPop – Polemik yang menimpa pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, belum juga mereda. Setelah dijatuhi sanksi disiplin oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA), kini muncul pertanyaan mengenai status lisensi kepelatihan yang digunakan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut saat menangani Macan Kemayoran.

img_title Meski Sudah Tak Melatih, Shin Tae-yong Tetap Doakan Timnas Indonesia Berprestasi di Piala AFF 2026

Sorotan itu datang dari pengamat sepak bola nasional Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel. Menurutnya, publik perlu mengetahui apakah hukuman yang dijatuhkan KFA turut berdampak terhadap lisensi kepelatihan Shin Tae-yong yang menjadi syarat utama untuk melatih klub di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.

Bung Towel menegaskan bahwa kode disiplin sepak bola di berbagai negara pada dasarnya mengacu pada regulasi FIFA. Yang membedakan hanyalah penerapan dan tingkat penegakannya di masing-masing federasi.

img_title Pernah Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia, Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Kini Bikin Ulah di Thailand

"Kalau kita bicara kode disiplin yang dimiliki oleh Korea dengan Indonesia sama. Kalaupun ada lebih, berarti persoalan integritas nilainya saja yang mau coba ditegakkan lebih tinggi. Antara misalnya kita atau Korea," kata Bung Towel dikutip dari kanal YouTube Edwin A Setyadinata.

Pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel

Photo :
  • tvOne
img_title Skenario Gila Piala Presiden 2026: Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema Bisa Bentrok di Semifinal

"Tapi prinsipnya kode disiplin itu kan urusannya turun dari FIFA semuanya, lalu tinggal diterapkan apa tidak kan," sambung Bung Towel.

Ia juga meminta publik tidak buru-buru menyimpulkan perkara hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial, termasuk rekaman di ruang ganti Ulsan HD maupun foto alat golf yang sempat menjadi sorotan.

Menurut Bung Towel, persoalan yang lebih penting justru menyangkut konsekuensi administratif dari sanksi tersebut.

"Karena memang tiap negara mungkin berbeda-beda dalam hal toleransi mungkin ya. Misalnya contoh, dengan apa yang dia diberikan sanksi, lisensinya jadi ditangguhkan di-hold gitu, dibekukan lah. Terus dia kerja di sini, pakai lisensi apa?" katanya.

Ia menjelaskan, regulasi I.League mewajibkan setiap pelatih kepala klub Super League memiliki lisensi AFC Pro. Karena itu, status lisensi Shin Tae-yong dinilai perlu dipastikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

"Itu kan universal itu sih. Ke mana pun dia. Jadi maksudnya, tentu Korea tidak bisa membatasi orang pergi ke mana, tapi dia akan mengambil ruang lingkup hukuman dia di sana kan di Korea. Tapi secara nilai sepak bolanya kan sama saja," beber Bung Towel.

Bung Towel pun meminta Persija melakukan pengecekan secara menyeluruh terkait hukuman yang dijatuhkan KFA. Ia tidak menutup kemungkinan Shin Tae-yong menggunakan lisensi kepelatihan dari konfederasi lain sehingga tidak terdampak oleh keputusan federasi sepak bola Korea Selatan.

"Kalau soal (lisensi) Pro, di mana saja kan bisa, mau di UEFA, AFC, bisa saja. Maksudnya, dia datang ke sini sementara posisinya dihukum, kita tunggu saja respons klub," katanya.

Shin Tae-yong Sudah Dipastikan Tetap Melatih Persija

Di sisi lain, Persija Jakarta sebelumnya memastikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala tetap aman. Manajemen klub mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan KFA sebelum menunjuk pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Persija menilai tidak ada kendala yang menghalangi Shin Tae-yong untuk menjalankan tugasnya di Indonesia. Bahkan, eks pelatih Timnas Indonesia itu sudah melakoni debut bersama Macan Kemayoran pada ajang pramusim Piala Presiden 2026.

Awal Mula Kasus Shin Tae-yong di Korea Selatan

Kasus yang menyeret Shin Tae-yong bermula saat dirinya menangani Ulsan HD pada Agustus 2025. Masa kepemimpinannya hanya berlangsung sekitar dua bulan sebelum akhirnya diberhentikan ketika klub berada dalam ancaman degradasi.

Beberapa waktu setelah itu, beredar video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi salah seorang pemain Ulsan, Jeong Seung-hyeon, ketika berada di ruang pertemuan tim. Selain dugaan penyerangan terhadap pemain, ia juga disebut menghadapi tudingan penggunaan kata-kata kasar kepada pemain dan penyalahgunaan fasilitas klub terkait kemunculan alat golf di bus tim.

KFA kemudian melakukan penyelidikan sejak Desember 2025. Setelah proses berlangsung selama beberapa bulan, Komite Disiplin KFA menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada Juli 2026.

Meski federasi tidak mengungkap rincian hukuman secara resmi karena alasan kerahasiaan, sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa sanksi tersebut mencakup larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola Korea Selatan dalam jangka waktu tertentu, bahkan disebut dapat mencapai penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun.

Shin Tae-yong sendiri telah menyatakan masih mempertimbangkan langkah banding. Ia mengaku ada sejumlah fakta yang menurutnya belum terungkap dan merasa terdapat hal-hal yang tidak adil dalam proses tersebut.

Pemain Persija Jakarta Allano Lima

Resmi Tinggalkan Persija, Allano Lima Pilih Gabung Bhayangkara FC

Bhayangkara FC resmi merekrut eks winger Persija Jakarta, Allano Lima. Simak statistik, komentar sang pemain, dan daftar rekrutan baru The Guardians musim ini.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut