Staf Persija Bongkar Fakta Sanksi Shin Tae-yong di Korea Selatan

Pelatih Persija, Shin Tae-yong
Sumber :
  • Persija

VoxPop – Persoalan yang melibatkan Shin Tae-yong kembali menjadi perbincangan di sepak bola Indonesia. Kali ini, polemik muncul setelah staf Persija Jakarta asal Korea Selatan, Huh Jisub, memberikan respons keras terkait informasi mengenai hukuman yang diterima mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.

img_title Resmi Tinggalkan Persija, Allano Lima Pilih Gabung Bhayangkara FC

Melalui unggahan di Instagram Story, Huh Jisub menyoroti pernyataan dari sosok yang disebutnya sebagai Bung Towel. Ia merasa keberatan dengan informasi yang beredar karena dinilai tidak menggambarkan situasi sebenarnya.

Menurut Huh Jisub, publik telah mendapatkan pemahaman yang keliru mengenai status sanksi Shin Tae-yong. Ia menegaskan bahwa pelatih asal Korea Selatan itu tidak mengalami pencabutan lisensi kepelatihan.

img_title Meski Sudah Tak Melatih, Shin Tae-yong Tetap Doakan Timnas Indonesia Berprestasi di Piala AFF 2026

Huh Jisub menjelaskan, hukuman terhadap Shin Tae-yong hanya berlaku di Korea Selatan dan dikeluarkan oleh Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Sanksi tersebut berupa larangan mendampingi tim selama satu tahun, bukan pencabutan izin sebagai pelatih.

"Faktanya, Pelatih Shin Tae-yong saat ini dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim selama satu tahun hanya di Korea Selatan oleh KFA, bukan AFC," tulis Huh Jisub.

img_title Pernah Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia, Eks Pelatih Vietnam Park Hang-seo Kini Bikin Ulah di Thailand

Ia juga memberikan gambaran bahwa hukuman tersebut lebih mirip dengan larangan bertanding yang diterima pemain atau ofisial akibat kartu merah.

"Bukan berarti lisensi kepelatihannya dicabut," lanjutnya.

Huh Jisub kemudian mempertanyakan alasan munculnya informasi yang menurutnya tidak sesuai fakta. Ia meminta setiap pihak yang berbicara mengenai sepak bola lebih berhati-hati dan melakukan verifikasi sebelum menyampaikan pendapat kepada publik.

Menurutnya, pernyataan dari figur publik memiliki pengaruh besar karena dapat membentuk opini masyarakat.

"Hal yang tidak benar dibicarakan seolah menjadi fakta," tulis Huh Jisub.

Kekecewaan Huh Jisub semakin besar karena ia merasa dampak dari informasi tersebut tidak hanya dirasakan oleh Shin Tae-yong, tetapi juga orang-orang di sekitarnya.

Ia menyebut lingkungan klub ikut menerima reaksi negatif akibat pernyataan yang dianggap tidak tepat.

"Kenapa kami harus menanggung kebencian, makian, dan rasa tidak nyaman yang sebenarnya tidak perlu terjadi hanya karena sebuah ucapan?" tulisnya.

Meski polemik kembali mencuat, Huh Jisub berharap perhatian publik sepak bola Indonesia dapat kembali diarahkan kepada hal-hal yang lebih positif, termasuk perjalanan Persija Jakarta dalam kompetisi musim ini.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut