Profil Kenny Tete, Bek Kanan Fulham Berdarah Nias-Jakarta yang Pesimis Bisa Bela Timnas Indonesia

Kenny Tete saat memperkuat Belanda
Sumber :
  • Antara & REUTERS/Leon Kuegeler

VoxPop – Nama Kenny Tete menjadi perbincangan penggemar sepak bola setelah pernyataannya yang tidak yakin bisa dinaturalisasi Timnas Indonesia.

img_title Resmi! Ini Daftar Lengkap Skuad Indonesia All Stars untuk Hadapi Aston Villa, Pemain Timnas Indonesia Ikut Hadir

Ini karena Kenny Tete sudah kantongi banyak caps bersama tim senior Belanda meskipun darah Nias dan Jakarta mengalir deras dalam tubuh rekan Thom Haye itu.

“Tidak, saya rasa tidak mungkin lagi. Saya tidak yakin,” kata Kenny Tete di YouTube Sport77 Official.

img_title Pelatih Vietnam Cueki Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Kim Sang-sik: Kami Harus Fokus kepada Singapura

“Tapi saya dengar, ya saya tidak tahu aturannya, tapi menurutku jika anda bermain terlalu banyak pertandingan, anda tidak bisa lagi berganti (federasi),” paparnya.

Walau peluang bela Timnas Indonesia sangatlah tipis, namun Kenny Tete masih cukup sering berkunjung ke tempat asal sang ibu di Jakarta.

img_title Laga Timnas Indonesia Vs Timor Leste Berpotensi Panas, Jordi Amat Kirim Pesan Menyejukkan

Beberapa waktu lalu, Kenny Tete dan ibunya Natascha Simon datang ke Jakarta. Selain pulang kampung, ia juga menghadiri sejumlah agenda di ibu kota.

Profil Singkat Kenny Tete

Bek kanan Fulham keturunan Indonesia Kenny Tete bersama ibunya Natascha Simon

Photo :
  • Instagram @kennytete

Pria bernama lengkap Kenny Joelle Tete ini lahir di Amsterdam, Belanda pada 9 Oktober 1995. Ia tumbuh dan besar dari kedua orang tua dengan latar belakang negara berbeda.

Ibunya yakni Natascha Simon merupakan asli Indonesia dengan kedua orang tua asal Nias dan Jakarta, sedangkan sang ayah diketahui berketurunan Mozambik.

Meski berasal dari darah blasteran, namun bek kanan yang bisa beroperasi di semua lini pertahanan tersebut memulai karier sepak bolanya di Belanda.

Awalnya, ia gabung dengan akademi DWS Amsterdam saat berusia 6 tahun. Ia kemudian pindah ke AVV Zeeburgia sebelum menuju Ajax ketika menginjak usia remaja.

Di Ajax Amsterdam, pemain berpostur 180 cm tersebut pernah tampil di semua tingkatan usia, mulai dari U-17, U-19, U-21 dak puncaknya promosi ke tim senior pada 2017.

Bersama jawara Eropa itu, Kenny Tete sukses juara Liga Belanda di tingkatan U-17 dan U-18 serta memenangkan Eredivisie 2013/2014 saat masih berusia 18 tahun.

Aksi impresifnya itu bikin Kenny Tete ditransfer ke Olympique Lyon dengan mahar Rp69,53 miliar pada 2017, sebelum ke Fulham di musim 2020 dengan banderol Rp55,62 miliar.

Di Fulham, Kenny Tete berhasil antarkan tim asal London tersebut juara Championship Inggris 2021/2022 sekaligus promosi ke Premier League.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut