Tangan Kanan Shin Tae-yong Bereaksi! Sebut Bung Towel Keliru soal Lisensi STY di Persija

Bung Towel dan Shin Tae-yong
Sumber :
  • kolase voxpop.id

Sebelumnya, Bung Towel mempertanyakan lisensi yang digunakan Shin Tae-yong setelah pelatih berusia 56 tahun itu menerima sanksi dari KFA.

img_title Komentar Pelatih Port FC soal Hasil Imbang Lawan Persija, Soroti Cedera Dua Pemain

Menurutnya, regulasi disiplin sepak bola di berbagai negara mengacu pada aturan FIFA sehingga status lisensi kepelatihan perlu dipastikan agar tidak menimbulkan persoalan administrasi di kompetisi Indonesia.

"Kalau lisensinya dibekukan, terus dia kerja di sini pakai lisensi apa?" ujar Bung Towel.

img_title Shin Tae-yong Akui 6 Pemain Dipanggil Timnas Indonesia Berdampak pada Performa Persija di Piala Presiden 2026

Ia juga mengingatkan bahwa setiap pelatih kepala klub Super League wajib mengantongi lisensi AFC Pro sehingga Persija perlu memastikan tidak ada kendala administratif akibat hukuman yang diterima Shin Tae-yong di Korea Selatan.

Terlepas dari polemik tersebut, manajemen Persija sebelumnya telah memastikan penunjukan Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala tidak menyalahi regulasi.

img_title Shin Tae-yong Akui Pemain Asing Persija Belum Punya Chemistry

Macan Kemayoran mengaku telah melakukan komunikasi langsung dengan KFA sebelum mengontrak Shin Tae-yong. Hasilnya, tidak ada larangan yang menghalangi eks pelatih Timnas Indonesia itu untuk menjalankan tugasnya di Indonesia.

Shin Tae-yong bahkan sudah menjalani debut bersama Persija pada ajang Piala Presiden 2026 meski timnya harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1.

Awal Mula Kasus Shin Tae-yong di Korea Selatan

Kasus yang menyeret Shin Tae-yong bermula saat dirinya menangani Ulsan HD pada Agustus 2025. Masa kepemimpinannya hanya berlangsung sekitar dua bulan sebelum akhirnya diberhentikan ketika klub berada dalam ancaman degradasi.

Beberapa waktu setelah itu, beredar video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi salah seorang pemain Ulsan, Jeong Seung-hyeon, ketika berada di ruang pertemuan tim. Selain dugaan penyerangan terhadap pemain, ia juga disebut menghadapi tudingan penggunaan kata-kata kasar kepada pemain dan penyalahgunaan fasilitas klub terkait kemunculan alat golf di bus tim.

KFA kemudian melakukan penyelidikan sejak Desember 2025. Setelah proses berlangsung selama beberapa bulan, Komite Disiplin KFA menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong pada Juli 2026.

Meski federasi tidak mengungkap rincian hukuman secara resmi karena alasan kerahasiaan, sejumlah media Korea Selatan melaporkan bahwa sanksi tersebut mencakup larangan beraktivitas di lingkungan sepak bola Korea Selatan dalam jangka waktu tertentu, bahkan disebut dapat mencapai penangguhan kualifikasi hingga 10 tahun.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut