Mees Hilgers Terancam Gagal Gabung, FC Twente Bawa Sengketa Kontrak ke UEFA
- Timnas Indonesia
VoxPop – Masa depan bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, masih jauh dari kata jelas. Di saat klub-klub Eredivisie mulai mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/2027, pemain berusia 25 tahun itu justru belum bergabung dalam latihan pramusim FC Twente maupun menemukan pelabuhan baru.
Penyebabnya bukan cedera, melainkan sengketa kontrak yang kini menyeret UEFA.
Situasi tersebut membuat proses transfer Hilgers tertahan. Padahal, kondisi fisiknya dikabarkan sudah pulih sepenuhnya dan siap kembali merumput setelah menuntaskan masa pemulihan.
Perselisihan bermula dari perbedaan pandangan antara kubu Mees Hilgers dan FC Twente mengenai status kontraknya. Pihak Hilgers meyakini kontraknya telah berakhir pada akhir musim lalu sehingga ia berhak menyandang status bebas transfer.
Mees Hilgers
- FC Twente
Sebaliknya, FC Twente mengklaim telah mengaktifkan klausul perpanjangan kontrak selama satu musim. Perbedaan penafsiran terhadap regulasi inilah yang membuat kepastian masa depan pemain keturunan Indonesia tersebut hingga kini belum menemui titik terang.
Laporan media Belanda, Twente Insite, menyebutkan bahwa FC Twente dan perwakilan Hilgers akhirnya menggelar pertemuan untuk mencari jalan keluar. Pertemuan itu dihadiri Direktur Utama FC Twente Dominique Scholten, Direktur Teknik Erik ten Hag, tim hukum klub, serta pihak yang mewakili Hilgers.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat meminta penjelasan kepada UEFA terkait regulasi yang menjadi pokok sengketa. Langkah ini ditempuh agar keputusan yang diambil memiliki dasar hukum yang jelas sebelum status Hilgers ditetapkan secara resmi.
Hingga kini belum ada keputusan final. Baik FC Twente maupun pihak Hilgers masih menunggu kejelasan interpretasi regulasi dari UEFA.
Meski demikian, kubu Hilgers tetap yakin sang pemain berstatus bebas transfer. Sementara FC Twente dikabarkan berharap bek andalannya itu lebih dulu menemukan klub baru sebelum seluruh persoalan administrasi diselesaikan.
Kondisi tersebut menunjukkan komunikasi antara kedua pihak masih berlangsung. Artinya, peluang tercapainya penyelesaian secara damai masih terbuka tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang lebih panjang.
Persoalan ini turut menjadi perhatian media-media besar di Belanda. Selain Twente Insite, Voetbal International juga menyoroti sengketa tersebut dari sisi hukum ketenagakerjaan sepak bola Belanda, termasuk kemungkinan keterlibatan Serikat Pemain Profesional Belanda (VVCS).
