Bukan Cuma UEFA, Perdana Menteri Inggris Kritik Rencana Investasi FIFA: Piala Dunia Bukan Barang Dagangan
- IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
Menurut Burnham, nilai Piala Dunia dibangun oleh jutaan suporter selama puluhan tahun, bukan oleh lembaga mana pun.
"Sepak bola bukan milik para investor. Sepak bola adalah milik orang-orang yang memenuhi tribun stadion setiap pekan," kata Burnham dikutip dari The Times.
Ia menambahkan, menjual sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia sama saja dengan mengorbankan nilai-nilai yang selama ini melekat pada turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.
Suporter Inggris Ikut Mengecam
Kritik serupa juga disampaikan Football Supporters' Association (FSA). Organisasi suporter sepak bola Inggris itu menyebut proposal FIFA sebagai titik terendah baru di era kepemimpinan Gianni Infantino.
FSA menegaskan akan menolak setiap kebijakan yang dinilai mengorbankan masa depan sepak bola hanya demi keuntungan komersial jangka pendek.
Mereka juga menyatakan dukungan penuh terhadap sikap UEFA yang meminta seluruh pemangku kepentingan sepak bola bersatu menjaga masa depan olahraga tersebut.
FIFA Sebut Hanya Sebatas Usulan
Di tengah derasnya kritik, Gianni Infantino membantah anggapan bahwa FIFA akan menjual Piala Dunia kepada investor.
Dalam pernyataan resminya, Infantino menegaskan pembentukan FIFA Forward Enterprise masih sebatas usulan yang harus melalui proses konsultasi dan pemungutan suara oleh 211 asosiasi anggota FIFA serta Dewan FIFA.
Menurutnya, perusahaan baru tersebut hanya akan mengelola aspek bisnis seperti hak siar, lisensi, sponsor, dan kerja sama komersial agar potensi pendapatan FIFA bisa dimaksimalkan.
Infantino memastikan seluruh keuntungan yang diperoleh nantinya akan dikembalikan untuk mendukung pengembangan sepak bola di berbagai negara melalui program FIFA Forward.
Meski demikian, penolakan terhadap proposal tersebut terus menguat. UEFA, organisasi suporter hingga tokoh politik Inggris sama-sama menilai Piala Dunia bukan sekadar aset bisnis, melainkan warisan olahraga dunia yang tidak semestinya diserahkan kepada kepentingan investor.
