Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Presiden FIFA Gianni Infantino serahkan trofi Piala Dunia kepada kapten Timnas Spanyol Rodri di hadapan Donald Trump
Sumber :
  • REUTERS/Hannah Mckay

VoxPop – Tim-tim elite Eropa seperti Spanyol, Inggris hingga Prancis terancam absen pada Piala Dunia 2030. Hal ini beriringan dengan boikot UEFA terhadap program FIFA soal penjualan saham Piala Dunia.

img_title Fakta di Balik Ribuan Imigran Berenang Menuju Ceuta, Spanyol

Presiden FIFA, Gianni Infantino, melayangkan proposal yang mencuri perhatian publik pada Selasa (28/7/2026) lalu. Mereka berencana menjual saham minoritas Piala Dunia kepada investor swasta.

Nilainya adalah sekitar 4,2 miliar dolar Amerika Serikat (Rp76 triliun). Rencana ini akan menambahkan pemasukan komersial FIFA.

img_title FIFA Akhirnya Bikin Klarifikasi soal Jual Saham Piala Dunia: Tidak Ada yang Berniat Menjual Sepak Bola

Lebih lanjut, upaya ini juga akan membuat setiap anggota FIFA, yang berjumlah 211 asosiasi, mendapatkan pemasukan 20 juta dolar AS (Rp361 miliar), sebagaimana klarifikasi pada Jumat (31/7/2026). Itu artinya PSSI juga akan mendapatkan bagian.

Namun, rencana FIFA diprotes keras oleh Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Ke-55 anggota UEFA menegaskan bahwa mereka berdiri sepihak dalam situasi ini, yaitu menolak rencana FIFA.

img_title Erick Thohir Dukung Rencana Gianni Infantino Jual Saham Piala Dunia, Singgung Perkembangan Timnas Indonesia

Dalam pernyataannya, UEFA mengancam akan memboikot semua kompetisi FIFA jika rencana FIFA Forward Enterprise (FFE) ini dilaksanakan. Itu berarti Piala Dunia terancam tanpa negara-negara elite sekaliber Spanyol, Portugal, Jerman, Belanda, Prancis hingga Inggris pada edisi berikutnya.

"UEFA dan asosiasi nasionalnya tidak akan berpartisipasi dalam kompetisi FIFA," kata UEFA dalam sebuah pernyataan.

UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah sesuatu yang bisa dijual. Kemudian, itu juga bukan hak FIFA untuk menjual Piala Dunia.

"Beberapa hal memang terlalu penting untuk dijual. Piala Dunia FIFA adalah milik sepak bola. Akan selalu begitu. Dan selama Eropa memiliki suara, Piala Dunia tidak akan pernah dijual," tambahnya.

Jika Piala Dunia tidak dihadiri oleh negara-negara tersebut, itu tentu merugikan bagi FIFA. Sebab, mereka merupakan daya tarik utama dalam perebutan gelar.

Terlebih, Spanyol merupakan juara bertahan usai memenangkan edisi tahun ini pada dua pekan lalu. Kemudian, Inggris dan Prancis juga merupakan semifinalis Piala Dunia 2026.

Lebih jauh lagi, Piala Dunia 2030 seharusnya digelar di ranah Eropa, pada utamanya. Spanyol dan Portugal merupakan tuan rumah gabungan bersama dengan Maroko, yang menjadi satu-satunya wakil Afrika.

Namun, turnamen ini juga akan digelar bersama dengan tiga negara Amerika Selatan. Argentina bersama Paraguay dan Uruguay menjadi penyelenggara gabungan untuk beberapa laga di awal Piala Dunia 2030 nanti. (rda)

Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Erick Thohir Dukung Rencana Kontroversial FIFA, Indonesia Berpotensi Raup Rp650 Miliar

Erick Thohir mendukung rencana kontroversial FIFA yang akan menjual hak komersial. Indonesia berpotensi menerima dana ratusan miliar jika proposal disetujui.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut