Harlin E. Rahardjo Puji Ledakan 1.900 Peserta 3rd GBK Fun Swimming 2026, Jadi Awal Lahirnya Atlet Renang Masa Depan
- istimewa
VoxPop – Ketua Harian PB Akuatik Indonesia, Harlin E. Rahardjo, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition 2026. Menurutnya, ajang yang diikuti sekitar 1.900 peserta itu menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaring dan membina calon atlet renang masa depan Indonesia.
Harlin menilai lonjakan jumlah peserta dibandingkan edisi sebelumnya menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga renang di Tanah Air. Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa minat terhadap cabang olahraga akuatik terus mengalami peningkatan.
3rd GBK Fun Swimming Competition 2026 resmi bergulir di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta, mulai Sabtu (1/8/2026). Kompetisi yang berlangsung selama dua hari itu terselenggara berkat kolaborasi Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) bersama PB Akuatik Indonesia.
Kejuaraan tahunan tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai kelompok usia, mulai kategori anak-anak hingga master. Kehadiran peserta dari berbagai daerah semakin menambah semarak pelaksanaan kompetisi.
3rd GBK Fun Swimming Competition 2026
- istimewa
Bagi Harlin, ajang seperti GBK Fun Swimming tidak sekadar menjadi arena perebutan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi ini merupakan wadah penting untuk menemukan dan membentuk bibit-bibit atlet yang berpotensi mengharumkan nama Indonesia di masa depan.
Ia menegaskan pembinaan atlet harus dimulai sejak usia dini. Kesempatan bertanding secara rutin dinilai mampu membangun mental, pengalaman, dan kemampuan teknik para perenang muda.
"Pertama-tama saya sangat mengapresiasi event ini yang sudah berlangsung tiga kali. Luar biasa 1.900 peserta," ujar Harlin, Sabtu (1/8/2026).
"Dan ini sangat penting karena memang ini adalah cikal bakal pembibitan atlet dari umur 5 sampai 14," tambahnya.
3rd GBK Fun Swimming Competition 2026
- istimewa
Harlin juga menyebut meningkatnya jumlah peserta menjadi pertanda bahwa olahraga renang semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Kondisi tersebut diyakini akan memperkuat upaya PB Akuatik Indonesia dalam mengembangkan program pembinaan atlet di berbagai wilayah.
Ia berharap kompetisi serupa dapat digelar lebih sering agar atlet-atlet muda memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengasah kemampuan sejak usia dini.
Menurut Harlin, proses mencetak atlet berprestasi membutuhkan pembinaan yang berkesinambungan. Hal itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, melainkan melalui kompetisi yang rutin, terstruktur, dan berkualitas.
Penyelenggaraan 3rd GBK Fun Swimming Competition juga sejalan dengan kampanye "Ayo Berenang" yang terus digaungkan PB Akuatik Indonesia. Melalui gerakan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan mencintai olahraga renang sejak usia anak-anak.
3rd GBK Fun Swimming Competition 2026
- istimewa
Selain membidik prestasi, Harlin menilai budaya gemar berenang juga harus terus ditumbuhkan. Semakin banyak anak yang aktif berenang, semakin besar pula peluang Indonesia menemukan talenta-talenta baru di masa mendatang.
Di sisi lain, Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo, mengungkapkan jumlah peserta tahun ini meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang hanya diikuti sekitar 1.100 hingga 1.200 orang.
Pada edisi 2026, jumlah peserta mencapai sekitar 1.900 orang atau naik lebih dari 50 persen. Menurutnya, peningkatan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap olahraga renang.
"Pelaksanaan tahun ini lebih meriah karena tahun lalu itu 1.100 sampai 1.200, tahun ini sampai 1.900. Jadi antusiasmenya sangat tinggi, terutama dari orang tua, anak-anak juga pada semangat semua," ujar Rakhmadi.
"Tadi baru kita bagi-bagi hadiah untuk yang juara 1, 2, 3 freestyle boys sama freestyle girls-nya juga. Jadi, kita senang banget antusiasmenya naik dan kegiatan ini yang tahun ketiga untuk GBK," tambahnya.
Kompetisi tersebut juga mendapat apresiasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Teuku Arlan Perkasa Lukman, menilai ajang ini memberikan manfaat tidak hanya bagi pembinaan atlet, tetapi juga bagi perkembangan industri olahraga.
Arlan menjelaskan, ribuan peserta yang hadir bersama anggota keluarganya turut menciptakan perputaran ekonomi di sekitar lokasi penyelenggaraan. Menurutnya, hal itu menunjukkan olahraga kini memiliki nilai ekonomi yang semakin besar.
"Jadi kami melihat bahwa ini adalah dari mulai talent pooling, yang kedua juga kita bicara tentang industri olahraganya. Dan ini terasa banget, karena anak kecil nggak mungkin datang sendirian, pasti dia bawa orang tua," ucap Arlan.
"Belum lagi nanti ada yang bawa neneknya tadi itu. Jadi inilah ada perputaran ekonomi ini. Kita melihat bahwa olahraga sekarang bukan lagi hanya cost center tapi merupakan revenue center untuk keberlangsungan atau keberlanjutan olahraga," tutupnya. (Ilham Giovani)
