Pandit Vietnam Sebut Timnas Indonesia Jauh Lebih Kuat dari Singapura, Kim Sang-sik Dapat Peringatan
- Kolase VoxPop / VFF / x.com/TimnasIndonesia
VoxPop – Vietnam gagal memanfaatkan laga kandang setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Singapura pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026. Hasil tersebut menjadi sorotan karena terjadi saat Timnas Indonesia justru melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan kedua secara beruntun.
Skuad Garuda sebelumnya sukses mengalahkan Kamboja 5-1, lalu kembali memetik tiga poin usai menundukkan Timor Leste dengan skor 3-0.
Meski Timor Leste harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-21 setelah Jackson Fowler menerima kartu merah, Indonesia baru mampu memecah kebuntuan pada menit ke-74.
Mitchell Baker bersama Eliano Reijnders di Timnas Indonesia
- VDN/Julio Tri Saputra
Shayne Pattynama membuka keunggulan setelah memanfaatkan umpan tarik Dony Tri Pamungkas yang diawali umpan terobosan Thom Haye. Empat menit kemudian, Thom Haye menggandakan keunggulan melalui tendangan bebas indah yang bersarang di pojok gawang Dylan Niski.
Mitchell Baker kemudian memastikan kemenangan Indonesia lewat gol pada menit ke-81. Penyerang naturalisasi itu sukses menyambar umpan silang Ragnar Oratmangoen sekaligus mencatatkan gol keempatnya dalam dua pertandingan di Piala AFF 2026.
Di tengah hasil yang berbeda antara Vietnam dan Indonesia, pandit sepak bola Vietnam, Pham Minh Duc, memberikan analisis tajam mengenai performa tim asuhan Kim Sang-sik.
Menurutnya, Singapura tampil jauh lebih disiplin dibanding lawan pertama Vietnam, sehingga mampu meredam permainan Golden Star Warriors.
"Pertama, dalam pertandingan pembuka kami, kami menghadapi tim Timor Leste yang lemah, sehingga para pemain kami merasa lebih santai. Kemampuan bertahan dan tekel satu lawan satu mereka tidak sebaik tim lawan, dan struktur pertahanan tim kami tidak dapat dibandingkan dengan pemain Singapura," ungkapnya dilansir dari The Thao.
Pham Minh Duc juga memuji pendekatan taktik Singapura yang dinilainya berhasil memutus alur permainan Vietnam.
"Kami melihat bahwa pelatih muda Singapura itu juga merupakan salah satu pelatih yang menurut saya sangat bagus secara taktik. Mereka hampir mempersulit pemain kami untuk membangun permainan. Sistem pertahanan mereka juga sangat ilmiah, dengan pemain yang menjaga, membaca situasi, dan selalu memblokir umpan pemain kami ke area lini tengah. Ini menunjukkan bahwa mereka bertahan dengan sangat baik di zona mereka."
Pelatih tim muda Ha Noi ini kemudian menyoroti keputusan pergantian pemain yang dilakukan Kim Sang-sik. Menurutnya, Dinh Bac seharusnya diberi kesempatan bermain lebih lama karena mampu menghadirkan ancaman di lini depan.
"Dan kita lihat, saya juga merasa sedikit kasihan pada Dinh Bac. Jika Anda melihat kemampuannya menciptakan terobosan, dia adalah pemain muda, dan agresivitasnya juga sangat konsisten. Saya pikir jika Dinh Bac memiliki lebih banyak waktu, dia akan mampu menunjukkan lebih banyak, karena menggantinya agak terlalu dini."
Selain itu, ia menilai perubahan yang dilakukan pada babak kedua tidak cukup mengubah jalannya pertandingan.
"Seperti yang kita lihat, bahkan dengan masuknya Tài Lộc di babak kedua, tetap ada beberapa situasi dribbling dan beberapa permainan yang terampil. Namun, selain tembakan Tài Lộc, gaya menyerang Vietnam di babak kedua tidak berbeda dengan babak pertama."
"Di babak kedua, ketika keadaan menjadi buntu, memasukkan pemain seperti Hai Long agak terlambat, atau memasukkan gelandang seperti Le Pham Thanh Long atau Nguyen Tran Viet Cuong juga agak terlambat."
"Itu tidak akan membalikkan keadaan seperti yang kita lakukan di Piala AFF 2024. Biasanya, dengan pelatih Kim Sang-sik, kita tahu bahwa babak pertama berakhir imbang, tetapi di babak kedua, setelah pergantian pemain, kita biasanya menang, kan? Tapi kali ini, saya pikir hari ini, penampilan para pemain seperti menghadapi lawan yang sudah menemukan taktik mereka di babak kedua, jadi akan sulit bagi kita untuk menunjukkan kekuatan para pemain Vietnam."
Menjelang laga krusial melawan Timnas Indonesia pada 3 Agustus, Pham Minh Duc mengingatkan bahwa Garuda memiliki kualitas yang bahkan lebih berbahaya dibanding Singapura.
Ia menilai Indonesia memiliki keunggulan fisik, pemain naturalisasi berkualitas, dan kemampuan melakukan tekanan tinggi yang bisa menyulitkan Vietnam.
"Saya rasa kami meremehkan Singapura, dan tim Vietnam telah memenangkan banyak pertandingan melawan mereka, dan sudah lama kami tidak kalah dari mereka. Tetapi pertandingan hari ini cukup mengejutkan karena mereka memiliki pendekatan yang sangat berbeda. Terkadang mereka berani menekan terus menerus dan mengepung kami dengan intensitas yang sangat tinggi. Itu menyebabkan kami banyak kesulitan."
Striker Timnas Indonesia Mitchell Baker
- VDN/Julio Tri Saputra
Pham Minh Duc juga mencontohkan bagaimana lini belakang Singapura berhasil mematikan pergerakan Xuan Son sepanjang pertandingan.
"Kita melihat bagaimana para pemain bertahan mereka mengawal Xuan Son. Mereka selalu menekan, menghalangi Xuan Son dan membuatnya sangat frustrasi, seperti para bek tengah Italia di masa lalu. Hal itu sangat membatasi efektivitasnya."
Menurutnya, ancaman yang akan diberikan Indonesia bisa lebih besar lagi karena memiliki kualitas individu dan kekuatan fisik yang lebih baik.
"Saya rasa di pertandingan selanjutnya, Indonesia akan lebih kuat dalam aspek tersebut, karena mereka memiliki banyak pemain naturalisasi, ditambah fondasi fisik yang sangat bagus. Jika para pemain Indonesia menganalisis kita dengan cermat, mereka akan berani memainkan permainan pressing tepat di separuh lapangan kita. Itu pasti akan menimbulkan banyak kesulitan."
Karena itu, ia berharap Kim Sang-sik mampu menyiapkan strategi yang lebih matang untuk menghadapi Timnas Indonesia.
"Oleh karena itu, pelatih Kim Sang-sik perlu memiliki strategi tandingan dan selalu menyiapkan berbagai pilihan untuk mengambil keputusan terbaik dalam pertandingan melawan Indonesia. Itu pendapat saya setelah menonton pertandingan melawan Singapura."
