Bukan Soal Skor, Kurniawan Temukan Modal Besar Sepak Bola Indonesia usai Hadapi Aston Villa

Pelatih Kurniawan usai laga melawan Aston Villa di SUGBK, Sabtu 1 Agustus 2026
Sumber :
  • Abdul Aziz Masindo/voxpop.id

Jakarta, VoxPop – Pertandingan melawan klub Premier League Aston Villa memang berakhir dengan kekalahan 1-3 bagi Indonesia All Stars. Namun, pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai, hasil akhir bukanlah hal utama yang dibawa pulang dari Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu malam, 1 Agustus 2026.

img_title Arkhan Kaka Bongkar Pelajaran Berharga usai Bobol Gawang Aston Villa

Legenda Timnas Indonesia itu justru melihat sesuatu yang jauh lebih berharga. Menurutnya, para pemain Indonesia All Stars berhasil menunjukkan mentalitas yang selama ini menjadi tantangan ketika menghadapi lawan dengan kualitas dunia.

Kurniawan mengaku sangat puas dengan sikap para pemainnya yang tetap percaya diri, berani memainkan bola, dan tidak larut dalam tekanan meski menghadapi salah satu tim kuat Liga Inggris.

img_title Unai Emery Akui Sepak Bola Indonesia Berkembang Pesat, Aston Villa Sampai Dipaksa Kerja Keras di SUGBK

"Yang pertama, terima kasih untuk para pemain yang datang. Bersyukur juga pemain tidak mengalami cedera serius. Intinya saya sangat terkesan dan sangat puas. Sesuai dengan yang kita rencanakan dari awal, attitude para pemain sungguh luar biasa," ujar Kurniawan usai laga kepada wartawan di SUGBK, Sabtu 1 Agustus 2026.

"Mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain melawan tim besar, tetapi berani menunjukkan kualitasnya. Terutama juga pemain-pemain muda yang bermain di Timnas U-20," lanjutnya.

img_title Aston Villa Pamer Kelas di GBK, Indonesia All Stars Dipaksa Menyerah 1-3 Meski Arkhan Kaka Curi Sorotan

Menurut Kurniawan, pengalaman menghadapi Aston Villa akan menjadi modal penting ketika para pemain kembali memperkuat klub masing-masing maupun saat membela Timnas Indonesia di masa mendatang.

Pelatih berusia 50 tahun itu juga menegaskan bahwa kekompakan tim menjadi fokus utama dalam persiapan singkat yang hanya berlangsung satu hari sebelum pertandingan.

Alih-alih menyusun skema yang rumit, ia meminta seluruh pemain bermain sebagai satu kesatuan ketika menyerang maupun bertahan.

"Kita cuma latihan sehari. Persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team. Jadi ketika lawan pegang bola harus ada yang cover, saling menutup. Intinya selalu menciptakan opsi ketika menyerang maupun bertahan," katanya.

Strategi sederhana tersebut dinilai berhasil membuat Indonesia All Stars mampu memberikan perlawanan yang cukup baik di sejumlah momen meski harus menghadapi pemain-pemain dengan kualitas individu yang jauh lebih tinggi.

Usai pertandingan, Kurniawan mendapat kabar bahwa pelatih Aston Villa, Unai Emery, memberikan apresiasi terhadap organisasi permainan Indonesia All Stars.

Namun, mantan striker Timnas Indonesia itu memilih merendah. Ia menilai seluruh kredit pantas diberikan kepada para pemain yang disiplin menjalankan instruksi.

"Itu pemain saja yang disiplin. Dari awal kita sudah sepakat bahwa ini pertandingan pramusim. Kita sangat berhati-hati karena tidak mau pemain cedera, tetapi ini juga kesempatan melawan tim besar," ujar Kurniawan.

"Yang pasti bagaimana pemain bermain sebagai sebuah tim, itu yang kita tekankan sejak awal. Alhamdulillah pemain bisa memahami. Jadi ketika menyerang selalu ada support, bertahan juga sama, sehingga pemain tidak terlalu capek untuk saling menutup."

Arkhan Kaka Dapat Suntikan Kepercayaan Diri

Kurniawan juga memberikan pujian khusus kepada Arkhan Kaka yang mencetak satu-satunya gol Indonesia All Stars pada laga tersebut.

Menurutnya, gol ke gawang Aston Villa akan menjadi suntikan kepercayaan diri yang sangat penting bagi striker muda berusia 18 tahun tersebut.

"Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti buat kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolin adalah tim Aston Villa," kata Kurniawan.

"Mudah-mudahan akan menambah kepercayaan dirinya. Dia sebenarnya punya kualitas. Yang paling penting tadi dia tidak nervous, tidak gugup, tetap percaya diri."

Sementara itu, Arkhan Kaka mengaku pengalaman menghadapi Aston Villa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi perjalanan kariernya.

Ia menyadari kualitas pemain-pemain Premier League berada di level yang sangat tinggi sehingga banyak hal yang bisa dipelajari.

"Sangat besar perbedaannya karena Aston Villa adalah tim Premier League yang kualitasnya berada di level Eropa. Ini menjadi bekal yang sangat berharga untuk belajar bagaimana bermain sepak bola yang baik dan pintar ke depannya," ujar Kaka.

Pemain muda Timnas Indonesia itu juga menegaskan tidak ingin cepat puas hanya karena mampu mencetak gol ke gawang Aston Villa.

Jalannya Pertandingan

Aston Villa langsung memperlihatkan kualitasnya sejak menit-menit awal pertandingan. Baru tiga menit laga berjalan, Emiliano Buendia membawa tim tamu unggul setelah memanfaatkan umpan matang Kosta Nedeljkovic di depan gawang.

Indonesia All Stars sempat memberikan ancaman melalui Hokky Caraka. Penyerang Persita Tangerang itu memperoleh peluang emas, tetapi sepakannya hanya membentur mistar sehingga skor belum berubah.

Menjelang turun minum, Ross Barkley menggandakan keunggulan Aston Villa lewat tendangan keras dari luar kotak penalti yang tidak mampu dihentikan Kartika Ajie. Babak pertama ditutup dengan keunggulan 2-0 untuk tim tamu.

Memasuki babak kedua, Unai Emery merombak sebagian besar susunan pemainnya. Meski demikian, dominasi Aston Villa tetap berlanjut hingga Brian Madjo mencetak gol ketiga pada menit ke-57 melalui penyelesaian jarak dekat di dalam kotak penalti.

Indonesia All Stars terus berusaha mencari gol balasan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil tujuh menit sebelum waktu normal berakhir. Tembakan Reno Salampessy sempat ditepis penjaga gawang Aston Villa, namun bola liar langsung disambar Arkhan Kaka menjadi gol yang disambut gegap gempita puluhan ribu suporter di SUGBK.

Gol tersebut menjadi penutup pertandingan. Aston Villa pun mengakhiri laga pramusim di Jakarta dengan kemenangan 3-1 atas Indonesia All Stars.

Pelatih Kurniawan usai laga melawan Aston Villa di SUGBK, Sabtu 1 Agustus 2026

Kurniawan Minta Maaf ke Madura United usai Jordy Wehrmann Cedera Lawan Aston Villa

Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto meminta maaf kepada Madura United setelah Jordy Wehrmann mengalami cedera saat membela Indonesia All Stars melawan Aston Villa.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut