Nadeo Argawinata Punya Julukan dari Media Vietnam usai Timnas Indonesia Dipermalukan 0-3
- Instagram/nadeowinataa
VoxPop – Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit setelah dibungkam Vietnam dengan skor telak 0-3 pada laga lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin malam, 3 Agustus 2026. Kekalahan tersebut bukan hanya membuat langkah Skuad Garuda menuju semifinal semakin berat, tetapi juga memicu sorotan tajam dari media Vietnam terhadap penampilan kiper Nadeo Argawinata.
Media Vietnam, Soha.vn, secara khusus membahas performa penjaga gawang Bali United tersebut. Menurut mereka, Nadeo kembali menunjukkan kelemahan yang sama seperti pada laga sebelumnya, yakni kesulitan mengantisipasi bola yang mengarah ke tiang dekat.
Dalam ulasannya, Soha bahkan menyebut Nadeo mendapat julukan sebagai "titik lemah" Timnas Indonesia karena kembali melakukan kesalahan yang dinilai berulang.
"Setelah kekalahan 0-3 dari Vietnam di Piala ASEAN 2026, ia dijuluki sebagai 'titik lemah' oleh media Indonesia," tulis Soha.vn.
Media tersebut menilai persoalan utama bukan sekadar tiga gol yang bersarang ke gawang Indonesia, melainkan pola kebobolan yang terus muncul dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Ketidakmampuan Nadeo menutup sudut dekat telah menjadi kelemahan fatal," tulis Soha dalam analisisnya.
Menurut media tersebut, masalah itu sebenarnya sudah terlihat saat Indonesia menang 5-1 atas Kamboja. Kala itu, satu-satunya gol lawan juga lahir melalui situasi yang dinilai serupa.
Saat menghadapi Vietnam, kelemahan tersebut kembali dimanfaatkan. Gol pembuka Nguyen Van Vi pada menit keenam disebut terjadi karena Nadeo lebih mengantisipasi tembakan ke tiang jauh, sementara bola justru meluncur ke sudut dekat.
Timnas Indonesia Vs Vietnam
- VDN/Julio Tri Saputra
Situasi serupa kembali terjadi sembilan menit kemudian. Nguyen Hai Long menggandakan keunggulan Vietnam melalui tembakan yang kembali mengarah ke sisi dekat gawang. Soha menilai posisi dan reaksi Nadeo kurang maksimal sehingga gagal menghalau bola.
Dibandingkan dengan Maarten Paes dan Emil Audero
Tak berhenti sampai di situ, Soha.vn juga membandingkan kualitas Nadeo dengan dua kiper keturunan Indonesia yang berkarier di Eropa, yakni Maarten Paes dan Emil Audero.
Media tersebut menilai pengalaman bermain di kompetisi level atas membuat keduanya lebih matang dalam membaca permainan, menutup sudut tembak, hingga menentukan posisi sebelum lawan melepaskan tendangan.
