Pelatih Persib Khawatir Pemain Kena Serangan Jantung karena Jadwal Piala Presiden 2026 Tak Sesuai Aturan FIFA
- Piala Presiden 2026
VoxPop – Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic, melontarkan peringatan keras terkait padatnya jadwal pertandingan di Piala Presiden 2026. Usai membawa Maung Bandung melaju ke final setelah menyingkirkan Persija Jakarta, Tolic menilai waktu pemulihan yang hanya sekitar 48 jam sebelum laga puncak berpotensi membahayakan kesehatan pemain.
Pernyataan tersebut disampaikan bukan semata-mata untuk kepentingan Persib. Pelatih asal Kroasia itu menegaskan dirinya sedang berbicara atas nama seluruh pesepak bola yang tampil di turnamen pramusim, termasuk pemain Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Arema FC, hingga klub-klub lainnya.
Menurut Tolic, kualitas penyelenggaraan turnamen memang mengalami peningkatan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya. Namun, ia menilai masih ada aspek mendasar yang perlu diperbaiki apabila sepak bola Indonesia ingin berkembang ke level yang lebih tinggi.
"Baik, satu-satunya alasan saya membicarakan hal ini sekarang adalah untuk melindungi para pemain. Tidak ada alasan lain selain itu," ujar Igor Tolic dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan.
Persib Vs Persija
- Piala Presiden 2026
Ia kemudian menyoroti aturan FIFA yang mengatur waktu pemulihan pemain setelah pertandingan. Dalam dunia sepak bola modern, masa recovery menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi fisik sekaligus meminimalkan risiko cedera maupun gangguan kesehatan.
"Dalam regulasi FIFA terdapat aturan wajib mengenai waktu istirahat minimal 72 jam di antara dua pertandingan. Aturan itu dibuat untuk melindungi kondisi fisik dan mental para pemain di seluruh dunia," katanya.
Igor Tolic menyinggung kemungkinan terburuk yang bisa dialami seorang pemain apabila dipaksa bertanding tanpa waktu pemulihan yang cukup. Isu tersebut bukan tanpa dasar.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia sepak bola memang beberapa kali dikejutkan insiden pemain kolaps di lapangan akibat gangguan jantung. Kasus paling terkenal terjadi pada Christian Eriksen saat Euro 2020, yang mengalami cardiac arrest ketika pertandingan berlangsung sebelum akhirnya berhasil diselamatkan berkat penanganan medis cepat.
Pemain Timnas Denmark, Christian Eriksen
- AP Photo/Matthias Schrader
Selain Eriksen, sejumlah pesepak bola profesional juga pernah mengalami gangguan jantung yang memaksa mereka mengakhiri karier lebih cepat atau menjalani perawatan intensif. Meski setiap kasus memiliki penyebab medis yang berbeda, dokter olahraga selama ini menegaskan bahwa kelelahan ekstrem dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular pada atlet yang memiliki kondisi tertentu.
Karena itu, jadwal pertandingan, pemulihan fisik, kualitas tidur, hidrasi, hingga pemantauan medis menjadi bagian penting dalam manajemen kebugaran pemain profesional.
"Bayangkan jika dalam pertandingan dua hari kemudian ada pemain yang mengalami serangan jantung. Siapa yang akan bertanggung jawab? Orang akan berkata kepada saya, 'Pelatih, Anda yang memainkan pemain itu hingga akhirnya meninggal," katanya.
"Kalau begitu, siapa yang bertanggung jawab? Saya benar-benar ingin tahu mengapa situasi seperti ini bisa terjadi. Mengapa? Apa alasannya? Selisih satu hari, dua hari, atau tiga hari sangat berarti. FIFA sudah memiliki aturan yang jelas," lanjutnya.
Persib Vs Persija
- Piala Presiden 2026
Persib memang menghadapi musim yang sangat sibuk. Selain Piala Presiden, Maung Bandung juga harus bersiap menghadapi Super League 2026/2027, babak kualifikasi AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship (Shopee Cup), Piala Indonesia, hingga agenda pemain yang dipanggil ke Timnas Indonesia.
Situasi tersebut membuat Igor Tolic kehilangan banyak pemain inti selama masa pramusim. Bahkan saat menghadapi Persija, ia menyebut sekitar setengah skuad terbaiknya tidak tersedia karena berbagai alasan, termasuk tugas internasional.
"Hari ini saya melihat bangku cadangan Persib dan Persija. Total ada sekitar 13 atau 14 pemain yang tidak bisa tampil. Ini bukan kritik terhadap Persib maupun Persija. Faktanya, sekitar setengah dari pemain inti sedang membela tim nasional," ujarnya.
Meski demikian, target kemenangan tetap menjadi tuntutan yang harus dipenuhi pelatih.
Persib Vs Persija
- Piala Presiden 2026
"Namun saya tetap dituntut memenangkan pertandingan, bermain bagus, sekaligus menjaga semua pemain tetap sehat. Tujuh pemain kami berada di tim nasional dan mengikuti kompetisi lain. Beban yang kami hadapi sangat besar," katanya.
Eks asisten Bojan Hodak ini kembali mempertanyakan mengapa tim hanya memperoleh waktu sekitar 48 jam untuk melakukan pemulihan menjelang final. Menurutnya, kondisi tersebut bertolak belakang dengan rekomendasi FIFA yang menetapkan jeda minimal 72 jam.
"Sekarang saya harus mencari cara memulihkan kondisi pemain hanya dalam waktu 48 jam, sementara FIFA menetapkan waktu minimal 72 jam. Saya hanya ingin tahu, mengapa di sini 48 jam, sedangkan FIFA mengatakan 72 jam?," tanya Igor Tolic.
"Apakah kita merasa lebih tahu daripada FIFA? Apakah FIFA tidak peduli terhadap para pemain? Sepak bola adalah sebuah industri, sehingga kita harus bertanya kepada diri sendiri apakah kita bisa menjadi lebih baik dan mengelolanya dengan cara yang berbeda, mungkin tahun depan atau beberapa tahun mendatang," katanya.
Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic
- Persib.co.id
Di sisi lain, Igor Tolic memastikan Persib tetap akan tampil profesional pada partai final. Namun ia berharap persoalan jadwal bisa menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara agar kompetisi mendatang lebih memperhatikan aspek keselamatan pemain.
Pelatih Persib itu menegaskan sepak bola modern tidak hanya berbicara soal hasil pertandingan, tetapi juga keberlangsungan karier atlet dalam jangka panjang. Menurutnya, menjaga kesehatan pemain merupakan investasi penting, bukan hanya untuk klub, melainkan juga demi kepentingan Timnas Indonesia yang masih akan menghadapi berbagai agenda internasional pada musim ini.
"Kompetisi tetaplah kompetisi. Kami adalah profesional. Kami akan bermain, berusaha menang, dan memberikan yang terbaik. Tetapi kami juga harus melindungi kesehatan pemain demi pertandingan berikutnya, demi karier mereka, demi kompetisi Asia, dan demi tim nasional," ucapnya.
Igor Tolic menegaskan bahwa ia hanya ingin menjadi suara bagi para pemain yang selama ini jarang memiliki ruang untuk menyampaikan kekhawatiran mengenai padatnya kalender kompetisi.
"Itulah satu-satunya alasan saya menyampaikan hal ini hari ini. Saya tidak punya kesempatan lain untuk mengatakannya. Saya hanya mencoba menjadi suara bagi para pemain, karena mereka tidak berada di sini untuk menyampaikan hal-hal seperti ini," pungkasnya. (fan)
