Malut United Ganti Nama Jadi Java United, Fans Luapkan Kekecewaan: Loyalitas Kami Sia-sia!
- Instagram/malutunitedfc
VoxPop - Keputusan Malut United FC berganti nama menjadi Java United FC menjelang bergulirnya Super League 2026-2027 memicu gelombang kekecewaan dari para pendukungnya.
Tak lama setelah pengumuman resmi disampaikan manajemen, akun Instagram klub langsung dibanjiri komentar bernada protes dari suporter yang merasa identitas Maluku Utara telah dihilangkan.
Perubahan nama tersebut diikuti dengan pemindahan markas klub dari Ternate, Maluku Utara, ke Semarang, Jawa Tengah. Keputusan itu telah mendapat persetujuan dalam Kongres Biasa PSSI yang digelar pada Senin 3 Agustus 2026.
Salah satu komentar yang paling banyak mendapat perhatian datang dari suporter yang mengaku telah mengikuti perjalanan klub sejak masih berlaga di Liga 2.
"Dari Liga 2 kami selalu ada di tribun. Menyaksikan klub ini tumbuh, berharap bisa terus membawa nama Maluku Utara. Kalau akhirnya identitas itu hilang, rasanya semua perjuangan dan loyalitas yang kami berikan selama ini cuman sia-sia," tulis salah seorang suporter, di unggahan Instagram resmi klub.
Kekecewaan juga datang dari pendukung lain yang pesimistis dengan masa depan klub setelah berpindah ke Pulau Jawa.
"Klub bakalan bangkrut. Di Jawa tidak ada penontonnya," tulis seorang warganet.
Suporter lainnya menilai Java United akan menghadapi tantangan besar karena Semarang telah memiliki basis pendukung yang kuat untuk PSIS Semarang.
"Semarang itu identik dgn PSIS. Tra bisa ganggu dong p basis suporter. Ngoni main SUANGGI yg nonton," tulis akun lainnya.
Ada pula suporter yang menyesalkan hilangnya identitas Maluku Utara yang selama ini melekat pada klub.
"Padahal udah punya basis suporter yang tergolong lumayan banyak di Maluku, udah ada slogan khas Malut 'TOMA' dan sekarang seperti ga percaya ketika MLT tidak ada lagi di layar TV, tidak ada lagi view Kie Raha. Jujur kecewa," tulis suporter lainnya.
Di sisi lain, Presiden Java United FC, Sofyan Lestaluhu, menegaskan pergantian nama dan markas telah melalui pembahasan panjang di tingkat manajemen. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk mendukung pengembangan klub secara profesional dan berkelanjutan.
"Keputusan perubahan nama dan markas tim telah melalui pertimbangan matang dari manajemen dengan tujuan membangun klub yang semakin profesional dan berkelanjutan," kata Sofyan.
Meski bermarkas di Semarang mulai musim 2026-2027, Sofyan memastikan Maluku Utara tidak akan ditinggalkan sepenuhnya. Klub tetap mempertahankan fasilitas latihan di Ternate yang akan difungsikan sebagai pusat pembinaan usia muda melalui Akademi Merah Putih bekerja sama dengan klub Portugal, SL Benfica.
Program tersebut ditujukan bagi anak yatim piatu dan anak dari keluarga kurang mampu berusia 7 hingga 9 tahun dengan target sekitar 150 peserta.
Untuk kompetisi musim 2026-2027, Java United akan menggunakan Stadion Jatidiri, Semarang, sebagai kandang baru sekaligus memperkenalkan julukan Laskar Kepodang Emas yang terinspirasi dari burung kepodang emas, salah satu ikon Jawa Tengah.
