FIFA Dituding Lakukan 'Pemerasan' demi Infantino! Yordania Bongkar Dugaan Tekanan, PSSI Unjuk Kesetiaan
- IMAGN IMAGES via Reuters/Mark J Rebilas
VoxPop – Gelombang kontroversi yang menerpa FIFA semakin sulit dibendung. Di tengah ramainya skandal penjualan saham Piala Dunia, kini muncul tudingan baru yang jauh lebih serius.
Federasi Sepak Bola Yordania (JFA) mengklaim FIFA diduga menggunakan pendanaan sebagai alat untuk menggalang dukungan bagi Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Tuduhan tersebut diungkap langsung oleh Presiden JFA, Pangeran Ali bin Al Hussein, melalui akun media sosial X pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pernyataan itu muncul ketika posisi Infantino mulai diguncang setelah sejumlah federasi sepak bola Eropa menarik dukungan terhadap pencalonannya untuk periode berikutnya.
Laporan The Guardian menyebutkan, semakin banyak federasi yang mempertanyakan kepemimpinan Infantino pasca mencuatnya kontroversi terkait penjualan saham Piala Dunia. Federasi Inggris, Wales, Finlandia, Serbia, hingga Yunani dikabarkan siap menentang Infantino dalam Kongres FIFA tahun depan.
Namun, yang paling mengejutkan datang dari pengakuan Yordania. Pangeran Ali mengungkap bahwa federasinya hingga kini belum menerima hadiah untuk tim nasional Yordania setelah berhasil menjadi finalis FIFA Arab Cup di Qatar pada Desember lalu.
"Kami sedang menunggu uang hadiah untuk pemain kami sejak Desember setelah turnamen FIFA Arab Cup di Qatar," tulis Pangeran Ali.
Ia mempertanyakan mengapa FIFA terus membicarakan besarnya kekuatan finansial organisasi tersebut, tetapi pembayaran yang menjadi hak federasinya justru belum juga diterima.
"Uang yang seharusnya diterima tim kami setelah mencapai final belum dikirimkan, sedangkan pada saat yang sama FIFA berkoar tentang begitu banyak miliaran yang mereka punya."
Tak berhenti di situ, Pangeran Ali kemudian melontarkan tudingan yang jauh lebih serius. Menurutnya, selama berbulan-bulan FIFA tidak memberikan solusi atas persoalan tersebut. Bahkan, ia mengaku mendapat pesan secara lisan saat berlangsungnya Piala Dunia 2026.
"Sampai hal itu disampaikan pada saya secara lisan saat Piala Dunia bahwa jika saya mendukung Infantino, mereka akan membereskan segala urusan federasi kami."
Pangeran Ali menegaskan Yordania tidak akan mengubah sikapnya. "Kami menjunjung tinggi nilai etika di Yordania. Kami tidak mendukung dirinya sebelumnya dan tentu saja tak akan mendukungnya sekarang."
Di tengah derasnya kritik terhadap Gianni Infantino dari sejumlah federasi dunia, Indonesia justru mengambil arah berbeda.
Melalui unggahan resmi di Instagram pada Rabu dini hari, 5 Agustus 2026, PSSI secara terbuka menyatakan dukungan penuh kepada Presiden FIFA tersebut.
PSSI menilai kepemimpinan Infantino telah memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
"PSSI mengapresiasi komitmen keberlanjutan Presiden Gianni Infantino yang memupuk persatuan di komunitas sepak bola global, memajukan pengembangan sepak bola, dan memperkuat seluruh anggota FIFA," tulis PSSI.
PSSI juga menyebut berbagai program FIFA selama era Infantino telah memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sepak bola nasional.
"Dengan riwayat ini, serta kepercayaan yang telah dibangun, telah menjadi fondasi dukungan terus menerus PSSI untuk Presiden Infantino dan untuk FIFA."
Sikap PSSI itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Unggahan tersebut dibanjiri komentar warganet, dengan banyak di antaranya mempertanyakan keputusan federasi Indonesia yang tetap memberikan dukungan saat FIFA dan Gianni Infantino tengah diterpa berbagai tudingan serius dari sejumlah federasi anggota.
