Nasib John Herdman Bisa Lebih Buruk dari Shin Tae-yong jika Timnas Indonesia Gagal Lolos
- VDN/Julio Tri Saputra
VoxPop – Timnas Indonesia kembali berada di ujung tanduk di ajang ASEAN Championship 2026. Nasib Skuad Garuda akan ditentukan saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A, Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Kemenangan menjadi satu-satunya hasil yang bisa mengantarkan Indonesia ke babak semifinal. Jika hanya mampu bermain imbang atau bahkan kalah, langkah Skuad Garuda dipastikan terhenti di fase grup, mengulang kegagalan dua tahun lalu.
Situasi ini pun memunculkan perbandingan dengan ASEAN Championship 2024, ketika Timnas Indonesia yang masih ditangani Shin Tae-yong juga gagal lolos dari penyisihan grup.
Saat itu, Indonesia mengakhiri fase grup di peringkat ketiga Grup B dengan koleksi empat poin, kalah bersaing dari Vietnam dan Filipina.
Namun, kondisi pada 2024 jauh berbeda dengan sekarang.
Ketika itu, PSSI bersama Shin Tae-yong sepakat menurunkan mayoritas pemain berusia di bawah 22 tahun sebagai bagian dari proses regenerasi tim nasional.
Hanya dua pemain senior yang masuk skuad, yakni Asnawi Mangkualam dan Pratama Arhan.
Minimnya pengalaman menjadi salah satu faktor yang dinilai memengaruhi performa Indonesia.
Garuda gagal memaksimalkan dua laga kandang. Saat ditahan Laos 2-2 di Stadion Manahan, Indonesia harus bermain dengan 10 orang setelah Marselino Ferdinan menerima kartu merah.
Pada pertandingan berikutnya melawan Filipina, giliran Muhammad Ferarri yang diusir wasit. Indonesia akhirnya kalah 0-1 dan gagal melaju ke semifinal.
Tak lama setelah turnamen berakhir, Shin Tae-yong harus mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Kini, tekanan serupa menghampiri John Herdman.
Bedanya, pelatih asal Inggris tersebut tidak datang ke ASEAN Championship 2026 dengan skuad muda.
Herdman justru membawa tim yang jauh lebih berpengalaman dan dipenuhi nama-nama terbaik yang bermain di kompetisi domestik.
Sejumlah pemain naturalisasi juga memperkuat Garuda, seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, Thom Haye, Ivar Jenner, Eliano Reijnders, Shayne Pattynama, hingga Mitchell Baker.
Meski belum diperkuat sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri karena terkendala agenda non-FIFA Matchday, kualitas skuad Indonesia tetap dinilai jauh lebih kompetitif dibanding edisi 2024.
Namun kenyataan di lapangan belum sesuai harapan.
Indonesia justru tumbang 0-3 dari Vietnam pada laga krusial yang membuat posisi Garuda melorot ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup A.
Kekalahan itu membuat peluang lolos kini sepenuhnya bergantung pada hasil pertandingan melawan Singapura.
Usai laga kontra Vietnam, Herdman tak menutupi rasa kecewanya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Timnas Indonesia.
"Sekali lagi, permintaan maaf saya malam ini kepada para penggemar. Mereka luar biasa, mereka bersama kami sampai akhir."
"Kami akan kembali, kami harus kembali. Masih ada satu pertandingan lagi," ujar Herdman.
Kini, seluruh harapan tertuju pada duel di Stadion Jalan Besar. Jika mampu menaklukkan Singapura di kandangnya sendiri, Timnas Indonesia masih berpeluang mengamankan tiket ke semifinal.
Sebaliknya, apabila kembali gagal meraih kemenangan, Garuda akan mengulang mimpi buruk dua edisi beruntun tersingkir di fase grup ASEAN Championship. Situasi itu tentu akan memunculkan pertanyaan besar, sebab kali ini Indonesia datang dengan skuad yang jauh lebih matang dan bertabur pemain berkualitas.
