Jelang Lawan Singapura, Coach Justin Minta John Herdman Tinggalkan Formasi 3 Bek
- VDN/Julio Tri Saputra
Meski melontarkan kritik, Coach Justin meminta publik tidak terburu-buru menghujat Herdman. Menurutnya, pelatih asal Kanada itu masih memiliki waktu untuk melakukan evaluasi sebelum menghadapi target utama di Piala Asia.
Coach Justin menilai Piala AFF 2026 dapat dimanfaatkan Herdman untuk menemukan formula terbaik Timnas Indonesia. Namun, ia mengingatkan evaluasi harus segera dilakukan mengingat kesempatan bereksperimen tidak akan berlangsung selamanya.
Soroti Pemain Senior dan Transisi Bertahan
Selain formasi, Coach Justin juga menilai Indonesia kehilangan kecepatan dalam transisi bertahan karena memainkan beberapa pemain senior secara bersamaan.
"Bukan salah pemain juga. Memang mereka sudah senior. Marc Klok sudah enggak punya fisik yang memadai dari sisi transisi," katanya.
Ia juga menyoroti kombinasi Jordi Amat, Marc Klok, dan Thom Haye yang dinilai membuat Indonesia kesulitan mengimbangi kecepatan para pemain Vietnam.
Menurut Coach Justin, Vietnam memiliki kekuatan utama dalam transisi cepat sehingga Indonesia membutuhkan pemain yang mampu mengejar dan menutup ruang ketika kehilangan bola.
"Vietnam itu kekuatannya speed karena mereka masih muda-muda. Yang gue pertanyakan kenapa John pasang Klok, Thom, sama Jenner di tengah," ujarnya.
Coach Justin menyarankan Herdman mulai mempertimbangkan penggunaan empat bek dengan duet Ivar Jenner dan Thom Haye di lini tengah. Ia juga menilai pemain seperti Egy Maulana Vikri, Beckham Putra, hingga Ragnar Oratmangoen bisa memberikan variasi serangan yang lebih baik untuk mendukung Mitchell Lee Baker di lini depan.
John Herdman Fokus Benahi Organisasi Permainan
Di sisi lain, John Herdman mengakui timnya harus segera bangkit setelah kekalahan dari Vietnam.
Menurut pelatih asal Kanada tersebut, Indonesia masih memiliki peluang lolos ke semifinal asalkan mampu memperbaiki organisasi permainan, terutama ketika kehilangan bola.
"Ada banyak aspek positif dari penampilan melawan Vietnam. Namun transisi bertahan kami terlalu terbuka di beberapa momen dan itu harus diperbaiki," ujar Herdman.
Ia menegaskan kerapatan antarlini menjadi fokus utama tim jelang menghadapi Singapura.
"Kami harus menjaga formasi tetap rapat, baik ketika menyerang maupun bertahan. Itu menjadi kunci agar transisi bertahan lebih terorganisasi," katanya.
