Bobotoh, Jakmania hingga Bonek Dapat Kabar Baik! PSSI Beri Lampu Hijau Suporter Away di Super League

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir
Sumber :
  • VoxPop/Surya Aditiya

VoxPop – Ketua Umum PSSI Erick Thohir buka suara terkait polemik kehadiran suporter tim tamu atau away di kompetisi Super League musim 2026/2027.

img_title Gagal Penuhi Target Juara Piala AFF 2026, John Herdman Dipecat PSSI?

Erick menegaskan PSSI pada dasarnya sudah membuka jalan dengan mencabut larangan suporter away. Namun, keputusan apakah pendukung tim tamu bisa hadir di setiap pertandingan kini sepenuhnya menjadi kewenangan operator kompetisi I.League bersama klub peserta.

Menurut Erick, mekanisme pelaksanaan hingga penilaian kesiapan setiap pertandingan harus diputuskan oleh Liga dan klub dengan mempertimbangkan faktor keamanan.

img_title Perkataan Jujur Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Gagal Lolos Semifinal Piala AFF 2026

"Kan sudah jelas, kita bicara kepada Liga, bahwa itu Liga bersama klub yang bisa menentukan seperti apa mekanisme suporter," kata Erick kepada wartawan, Jumat (7/8).

Menteri BUMN itu menjelaskan, PSSI hanya memberikan arah kebijakan sesuai rekomendasi FIFA yang mendorong adanya keterbukaan bagi suporter. Meski demikian, aspek keselamatan tetap menjadi syarat utama.

img_title Timnas Indonesia Gagal Lagi di Piala AFF 2026, Harus Menunggu Berapa Tahun Lagi PSSI?

"Dari catatan FIFA, kita sudah mendorong ada keterbukaan. Tetapi tentu, kita bisa lihat dinamika suporter kita sendiri harus benar-benar menjaga keselamatan satu dan lainnya," ujarnya.

Erick menegaskan, tragedi Stadion Kanjuruhan pada 2022 menjadi pelajaran besar yang tidak boleh kembali terjadi di sepak bola Indonesia.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan, mulai dari operator kompetisi, klub hingga kelompok suporter, benar-benar mengedepankan keselamatan dalam setiap pertandingan.

"Kita tidak mau ada kejadian Kanjuruhan terulang lagi. Kita harus pastikan suporter pulang ke rumah dengan selamat," tegas Erick.

Lebih jauh, Erick mengingatkan keputusan membuka akses bagi suporter tim tamu tidak boleh dilakukan secara gegabah. Jika pengelola pertandingan tidak siap, risikonya bukan hanya membahayakan keselamatan penonton, tetapi juga bisa menyeret sepak bola Indonesia kembali mendapat sanksi dari FIFA.

"Nah ini yang saya minta benar-benar, Liga dan klub-klub mengerti kondisi suporter masing-masing klub. Jangan sampai mengambil keputusan yang sangat membahayakan, sehingga mengorbankan nyawa yang kemudian juga bisa dihukum FIFA lagi di kemudian hari," tuturnya.

Erick pun menegaskan PSSI tidak lagi akan mengatur teknis pelaksanaan suporter away di Super League. Seluruh mekanisme kini menjadi tanggung jawab I.League bersama klub peserta.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut