Air Mata Pedagang, Senyum Para Petugas Kebersihan, dan Kisah yang Membuat Piala Presiden 2026 Lebih dari sebuah Turnamen
- Robbi Yanto / VoxPop
Ketua Steering Committee Piala Presiden, Maruarar Sirait, mengatakan sejak awal penyelenggaraan, turnamen pramusim ini memang diarahkan agar memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, Piala Presiden harus berdampak kepada masyarakat. UMKM kita libatkan, komunitas yang mengurus sampah juga kita libatkan," ujar Maruarar.
Menurut pria yang akrab disapa Ara itu, ukuran keberhasilan Piala Presiden bukan hanya tingginya rating televisi atau besarnya hadiah yang kini mencapai Rp8 miliar.
Yang tidak kalah penting adalah bagaimana turnamen ini ikut menggerakkan ekonomi warga. Karena itu, area UMKM terus diperluas. petugas pengelola sampah juga dilibatkan. Bahkan, kebutuhan tenaga kerja selama turnamen membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk ikut bekerja.
Setelah Piala Presiden 2026 berakhir, orang mungkin hanya mengingat siapa pencetak gol atau siapa yang menjadi juara.
Namun di luar lapangan, ada kisah menarik dari pelaku UMKM yang menahan haru karena dagangannya habis. Ada pula ibu-ibu petugas kebersihan yang tetap bekerja hingga larut malam agar stadion kembali bersih untuk pertandingan berikutnya.
Cerita-cerita seperti inilah yang menjadi wajah lain Piala Presiden 2026. Bahwa sepak bola bukan hanya menghadirkan hiburan selama 90 menit, tetapi juga memberi manfaat bagi orang-orang yang hidup di sekitarnya.
Dampak Ekonomi yang Terasa Nyata, Cerita Maya Bukan Kasus yang Berdiri Sendiri
Ketua Organizing Committee Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan turnamen ini menghasilkan perputaran ekonomi yang cukup besar bagi pelaku UMKM.
Hingga menjelang partai final, total transaksi yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany
- Robbi Yanto / VoxPop
Angka tersebut seluruhnya berasal dari penjualan produk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang dilibatkan selama turnamen berlangsung. Menurut Tsamara, capaian tersebut meningkat sekitar 27 persen dibandingkan Piala Presiden 2025.
Bagi Tsamara, peningkatan itu menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala Presiden bukan hanya berhasil menghadirkan tontonan sepak bola berkualitas, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
"Harapannya di final pun kita tetap bisa memberikan dampak yang baik dari sisi kompetisi, dari segi keamanan, dari segi perputaran ekonomi, dan juga tentu saja dari segi kebersihan," ujar Tsamara.
