5 Alasan Timnas Indonesia Tersingkir Usai Ditahan Singapura di Piala AFF 2026
- Aseanunitedfc.com
Strategi tersebut terbukti efektif. Para pemain Singapura menumpuk hampir seluruh pemain di area pertahanan sendiri ketika Indonesia mulai membangun serangan.
Timnas Indonesia memang mampu menguasai bola, tetapi kesulitan mencari ruang di area sepertiga akhir lapangan. Umpan silang dari sektor sayap lebih sering dimentahkan lini belakang Singapura yang unggul dalam duel udara.
Kreativitas pemain tengah seperti Thom Haye, Marc Klok, dan Ivar Jenner juga tidak mampu memberikan perbedaan besar karena ruang gerak mereka terus dibatasi.
Minimnya variasi serangan membuat Indonesia terlihat kesulitan ketika menghadapi tim yang bermain dengan blok pertahanan rendah.
3. Lengah Saat Unggul Jadi Bumerang
Indonesia sebenarnya sempat berada dalam posisi menguntungkan setelah Ragnar Oratmangoen membawa Tim Merah Putih unggul pada menit ke-47.
Gol tersebut lahir melalui skema serangan yang dibangun dari lini tengah dan membuat Indonesia semakin percaya diri untuk mencari gol kedua.
Thom Haye bahkan beberapa kali menciptakan peluang melalui umpan-umpan matang serta percobaan tendangan jarak jauh. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu diamankan hingga akhir pertandingan.
Petaka datang pada menit ke-66. Kesalahan komunikasi antara Rizky Ridho dan Cahya Supriyadi membuat Ilhan Fandi mampu memanfaatkan peluang dan mencetak gol penyama kedudukan.
Skor 1-1 membuat tekanan semakin besar kepada Timnas Indonesia. Meski terus menyerang di sisa pertandingan, pertahanan Singapura tetap sulit ditembus.
4. Tekanan Mental di Laga Penentuan
Selain faktor teknis, tekanan mental juga menjadi salah satu faktor yang membuat Indonesia gagal meraih kemenangan.
Bermain dengan kewajiban menang membuat para pemain terlihat terburu-buru ketika memasuki momen krusial. Keputusan dalam situasi menyerang maupun bertahan beberapa kali tidak berjalan sesuai rencana.
Ambisi mencetak gol kemenangan juga membuat keseimbangan permainan sedikit terganggu. Ketika seluruh pemain fokus menyerang, ruang di belakang pertahanan mulai terbuka dan memberikan peluang bagi Singapura melakukan serangan balik.
5. Evaluasi Besar untuk John Herdman dan PSSI
Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 menjadi bahan evaluasi besar bagi John Herdman dan PSSI.
