32 Tahun Menanti, Milanisti Indonesia Bikin Tifo ‘Bentornato Amore’ untuk Sambut AC Milan di SUGBK
- VDN/Ilham Giovani
VoxPop – Milanisti Indonesia menyiapkan sambutan istimewa untuk AC Milan yang akhirnya kembali hadir di Indonesia setelah 32 tahun. Kelompok suporter Rossoneri tersebut membentangkan tifo spektakuler saat AC Milan menghadapi Chelsea dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (8/8/2026) malam WIB.
Tifo tersebut menjadi salah satu pemandangan menarik yang tersaji menjelang dimulainya pertandingan Chelsea kontra AC Milan. Milanisti Indonesia memanfaatkan momen bersejarah itu untuk kembali menunjukkan kecintaan dan kesetiaan mereka kepada klub raksasa Italia tersebut.
Pantauan di SUGBK menunjukkan tifo berukuran besar dibentangkan di tribun selatan stadion. Koreografi yang disiapkan Milanisti Indonesia itu langsung menarik perhatian karena menampilkan pesan khusus terkait kembalinya AC Milan ke Tanah Air.
Pada bagian utama tifo terlihat figur seorang Milanisti yang sedang berjabat tangan dengan Milanello. Karakter berbentuk iblis atau setan merah kecil tersebut merupakan salah satu simbol yang begitu melekat dengan identitas AC Milan.
Tifo Suporter AC Milan
- VDN/Ilham Giovani
Koreografi itu semakin menarik dengan tulisan berbahasa Italia, 'Bentornato Amore'. Ungkapan tersebut berarti 'Selamat datang kembali, sayang' dan menjadi bentuk sambutan penuh kerinduan dari para pendukung kepada klub kesayangan mereka.
Dua angka, yakni 1994 dan 2026, juga terlihat jelas dalam tifo tersebut. Keduanya menjadi simbol perjalanan waktu sekaligus menandai rentang panjang sejak kunjungan terakhir AC Milan ke Indonesia hingga akhirnya kembali pada tahun ini.
AC Milan tercatat terakhir kali datang ke Indonesia pada 1994. Dengan demikian, Rossoneri harus menunggu selama 32 tahun sebelum akhirnya kembali bertemu langsung dengan para penggemarnya di Tanah Air.
Kedatangan AC Milan tentunya menjadi momen yang telah lama dinantikan Milanisti Indonesia. Besarnya jumlah pendukung Rossoneri di Indonesia membuat kehadiran klub tersebut menjadi kesempatan istimewa untuk kembali merasakan atmosfer pertandingan AC Milan secara langsung.
Chelsea Vs AC Milan
- VDN/Ilham Giovani
Tifo bertuliskan 'Bentornato Amore' pun seolah menjadi gambaran rasa rindu Milanisti Indonesia terhadap klub pujaan mereka. Koreografi tersebut menggambarkan pertemuan kembali antara Rossoneri dan para pendukungnya setelah terpisah selama lebih dari tiga dekade.
Semangat para suporter juga terlihat jelas di berbagai sudut SUGBK sebelum laga dimulai. Pendukung AC Milan memenuhi stadion dengan atribut kebanggaan mereka demi memberikan dukungan secara langsung kepada Luka Modric dan rekan-rekannya.
Di sisi lain, suporter Chelsea juga memberikan warna tersendiri di dalam stadion. Para pendukung The Blues terlihat membawa serta syal yang menjadi salah satu atribut khas dalam kultur suporter sepak bola Inggris.
Laga Chelsea melawan AC Milan menjadi salah satu pertandingan yang paling menyita perhatian dalam agenda pramusim 2026. Pertemuan dua klub besar Eropa itu berlangsung di Jakarta sebagai bagian dari persiapan menuju kompetisi musim 2026/2027.
Chelsea Vs AC Milan
- VDN/Ilham Giovani
Chelsea yang berada di bawah arahan Xabi Alonso menurunkan sejumlah pemain yang menjadi andalan. Cole Palmer, Joao Pedro, dan Danny Welbeck menjadi beberapa nama yang mendapat perhatian dalam pertandingan tersebut.
Sementara dari kubu AC Milan, Ruben Amorim juga menggunakan pertandingan ini untuk mengukur kesiapan timnya. Pelatih asal Portugal tersebut mengombinasikan pengalaman pemain senior dengan sejumlah talenta muda.
Luka Modric menjadi salah satu pemain yang paling mencuri perhatian dari susunan pemain AC Milan. Selain gelandang asal Kroasia itu, Koni De Winter dan Rafael Leao juga masuk dalam komposisi skuad Rossoneri.
Ketika berita ini ditulis, pertandingan Chelsea kontra AC Milan masih berjalan dan kedua tim berada dalam skor yang sama kuat. Kedua kesebelasan terus berusaha menciptakan peluang untuk memecah kebuntuan dalam laga yang turut menjadi hiburan spesial bagi pencinta sepak bola Indonesia.
Bagi Milanisti Indonesia, pertandingan ini memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar laga pramusim. Kembalinya AC Milan ke Indonesia setelah 32 tahun menjadikan suasana di SUGBK terasa istimewa dan diabadikan melalui koreografi 'Bentornato Amore'.
Setelah menunggu sejak 1994, Milanisti Indonesia akhirnya kembali mendapatkan kesempatan menyambut klub kesayangan mereka secara langsung di Tanah Air. Tifo yang memenuhi tribun SUGBK menjadi bukti bahwa kecintaan terhadap Rossoneri tetap bertahan meski waktu telah berlalu selama lebih dari tiga dekade. (Ilham Giovani)
