Suporter Kanada Ikut Kritik John Herdman Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Semifinal Piala AFF 2026
- ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
VoxPop – Para pendukung sepak bola Kanada di media sosial ikut mengkritik John Herdman tak lama setelah sang pelatih gagal bawa Timnas Indonesia ke semifinal Piala AFF 2026.
Sebelumnya, Timnas Indonesia dipastikan terhenti di fase grup Piala AFF 2026 setelah ditahan imbang 1-1 oleh Singapura dalam laga penentuan menuju semifinal.
Kritikan tajam tertuju kepada seluruh elemen Timnas Indonesia. Mulai dari federasi, pemain hingga pelatih dianggap bertanggung jawab atas kegagalan ini.
Piala AFF menjadi agenda yang selalu menjadi batu sandungan bagi Timnas Indonesia. Semenjak turnamen ini dihelat tiga dekade silam, belum ada trofi yang singgah.
Maka dari itu, kedatangan John Herdman dianggap bisa menyelamatkan hal ini. Tapi realitanya berlaku sebaliknya. Ia gagal total bahkan tak mampu lolos fase grup.
Maka wajar jika ekspektasi publik yang begitu tinggi terhadap sang pelatih berubah menjadi keputusasaan serta turunnya kepercayaan terhadap arahan John Herdman.
Ikut Dikritik Fans Kanada
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman
- VDN/Julio Tri Saputra
Kekecewaan lalu muncul selepas pertandingan. Para suporter yang hadir langsung di Jalan Besar Stadium meluapkan uneg-uneg mereka dari tribun.
Terlihat para pemain menghampiri suporter dan meminta maaf. Dalam momen itu, John Herdman juga berlaku demikian. Ia mengucapkan beberapa patah kata.
Begitupula di media sosial. Gema kritikan pedas dari penggemar tak bisa terelakkan. Malahan, kritis kepercayaan justru tertuju kepada generasi Garuda sekarang ini.
Fenomena ini lantas terdengar hingga Kanada, tempat John Herdman bekerja sebelum ke Timnas Indonesia. Dalam sebuah forum, fans setempat turut beri kritikan.
Hampir semua kritikan dari fans Kanada mengatakan jika John Herdman kurang baik dari segi pemahaman taktik. Ia dikatakan hanya bisa menjalin kedekatan dengan pemain.
“Indonesia bertingkah seolah tim mereka tidak benar-benar mengerikan. Entah kenapa ini selalu terjadi,“ kata @carvedmelon.
“Apakah dia seorang ahli taktik yang baik atau hanya seorang motivator yang baik?,“ ujar @gibolmaniaco.
“Terkejut dia tidak bisa menemukan peran manajerial yang lebih baik setelah kesuksesan seperti itu bersama Kanada,” tulis @e.zinchuk.
“Dia bukanlah pelatih yang memahami taktik, dia hanyalah seorang manajer pemain yang mampu menjalin hubungan dengan para pemain dan menjaga suasana ruang ganti. Hanya itu saja,“ jelas @frenzerbettaofficial.
