Coach Justin Kritik Pergantian Pemain John Herdman: Jens Raven dan Bakker Masuk Terlalu Telat
- Antara
VoxPop – Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau akrab disapa Coach Justin mengkritik keputusan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam melakukan pergantian pemain saat menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026.
Coach Justin menilai Herdman terlalu terlambat melakukan perubahan ketika Timnas Indonesia membutuhkan gol kemenangan untuk memastikan tiket ke semifinal.
Menurutnya, sejumlah pemain yang diharapkan mampu memberikan tambahan kreativitas dan daya gedor baru justru baru diturunkan ketika waktu pertandingan tersisa sangat sedikit.
Dua pemain yang menjadi sorotan adalah Jens Raven dan Mitchell Bakker. Keduanya baru masuk pada menit ke-89, sementara Saddil Ramdani sudah dimainkan sekitar menit ke-80.
"Raven sama Bakker masuk di menit 89. Saddil Ramdani masih ke-80. It's just too late," kata Coach Justin dikutip dalam akun YouTube pribadinya.
Coach Justin
- YouTube Justinus Lhaksana
Coach Justin menilai Timnas Indonesia sebenarnya memiliki opsi untuk menambah kreativitas di lini serang. Namun, pergantian yang terlalu terlambat membuat para pemain pengganti tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan dampak signifikan terhadap pertandingan.
Kritik tersebut muncul setelah Indonesia gagal memanfaatkan dominasi permainan untuk mengamankan kemenangan atas Singapura. Skuad Garuda sempat unggul lebih dulu, tetapi kemudian kebobolan dan harus puas bermain imbang 1-1.
Selain persoalan pergantian pemain, Coach Justin juga mempertanyakan sistem permainan yang diterapkan Herdman. Ia kembali menyoroti penggunaan formasi tiga bek yang menurutnya membuat keseimbangan permainan Timnas Indonesia tidak maksimal.
Coach Justin meminta Herdman kembali menggunakan empat pemain belakang dengan skema yang lebih sederhana, salah satunya 4-2-3-1.
"Stop main dengan tiga bek. Kembali ke empat bek. Kembali main simpel, 4-2-3-1," tegasnya.
Meski kecewa, Coach Justin tidak ingin langsung meminta Herdman meninggalkan Timnas Indonesia. Ia memahami pelatih asal Inggris tersebut masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan melakukan eksperimen.
Namun, kegagalan Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2026 membuat ruang bagi Herdman untuk melakukan kesalahan semakin kecil.
Coach Justin menilai performa Indonesia saat menghadapi Vietnam dan Singapura tidak sebanding dengan kualitas skuad yang dimiliki, terlebih Timnas Indonesia diperkuat banyak pemain diaspora.
"Ini kalau dari sisi prestasi, enggak bisa diterima, jujur," ujarnya.
Ia berharap kegagalan di Piala AFF 2026 menjadi pelajaran bagi Herdman sebelum Timnas Indonesia menghadapi agenda berikutnya. Menurutnya, pelatih harus mulai menemukan sistem permainan yang paling sesuai dengan karakter pemain dan tidak terlalu memaksakan eksperimen.
Jalannya Pertandingan Indonesia Vs Singapura
Timnas Indonesia menghadapi Singapura pada laga terakhir Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026). Skuad Garuda tampil dominan sejak awal pertandingan dan lebih banyak menguasai bola.
Indonesia menciptakan sejumlah peluang pada babak pertama melalui Mitchell Bakker, Eliano Reijnders, dan Thom Haye. Namun, kokohnya pertahanan Singapura serta penampilan apik kiper Mohamad Izwan membuat skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Indonesia akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-47. Ragnar Oratmangoen berhasil mencetak gol dan membawa Tim Merah Putih unggul 1-0.
Singapura kemudian kehilangan Song Ui-young setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-58. Namun, setelah wasit meninjau VAR, keputusan tersebut dibatalkan sehingga Singapura tetap bermain dengan 11 pemain.
Petaka bagi Indonesia datang pada menit ke-66. Miskomunikasi antara Rizky Ridho dan Cahya Supriyadi membuat bola liar jatuh ke kaki Ilhan Fandi. Penyerang Singapura tersebut langsung memanfaatkannya untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Indonesia terus berusaha mencetak gol kemenangan hingga pertandingan berakhir. Namun, tidak ada gol tambahan sehingga laga ditutup dengan skor 1-1.
Hasil tersebut membuat Indonesia hanya mengoleksi tujuh poin dari empat pertandingan dan finis di posisi ketiga Grup A. Vietnam menjadi juara grup dengan 10 poin, sedangkan Singapura mengamankan posisi kedua dengan delapan poin sekaligus memastikan tiket ke semifinal.
