Piala AFF Berakhir Tragis, John Herdman Siapkan Pembalasan di FIFA ASEAN Cup 2026
- VDN/Julio Tri Saputra
VoxPop – Timnas Indonesia belum berhasil mengakhiri penantian panjang untuk menjuarai Piala AFF 2026. Namun, kegagalan tersebut tidak ingin dijadikan akhir dari perjalanan skuad Garuda.
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, langsung mengalihkan perhatian ke agenda berikutnya. Salah satu yang menjadi sasaran adalah FIFA ASEAN Cup 2026 yang diyakini bisa menjadi momentum kebangkitan Tim Merah Putih.
Indonesia tersingkir dari Piala AFF 2026 setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada laga terakhir Grup A di Stadion Jalan Besar, Kallang, Jumat (7/8).
Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri fase grup di posisi ketiga dengan koleksi tujuh poin. Vietnam dan Singapura menjadi dua tim yang berhak melaju ke semifinal.
Kegagalan tersebut tentu menjadi pukulan bagi Indonesia. Terlebih, skuad Garuda datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk mengakhiri penantian gelar juara Piala AFF.
Namun, Herdman memilih tidak larut dalam kekecewaan. Pelatih asal Inggris itu melihat perjalanan Indonesia di Piala AFF 2026 sebagai bagian dari proses membangun tim.
Menurutnya, para pemain mendapatkan pengalaman penting dari berbagai situasi yang dihadapi selama turnamen, termasuk ketika harus bermain dalam tekanan.
"Kita harus bersabar menanti trofi pertama kita. Seperti yang sudah saya katakan, ada agenda September-Oktober serta turnamen FIFA ASEAN mendatang. Ini akan menjadi kesempatan emas bagi kita untuk melangkah maju dan memetik pelajaran dari turnamen ini," ujar Herdman dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Herdman menilai pertandingan-pertandingan sulit yang dilewati Indonesia justru dapat menjadi modal berharga untuk menghadapi agenda berikutnya.
Pengalaman tersebut diharapkan membuat para pemain lebih matang, terutama dalam mengendalikan emosi dan menjaga konsentrasi ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana.
"Menghadapi situasi sulit-baik itu pertandingan yang berat maupun keputusan wasit yang menantang-tentu saja merupakan bagian dari proses pembelajaran tersebut. Bagaimana kita mengendalikan emosi dan tetap fokus pada tugas yang ada," kata Herdman.
Kekuatan Timnas Indonesia Bakal Bertambah
Salah satu alasan Herdman optimistis Indonesia bisa tampil lebih kuat pada agenda berikutnya adalah kembalinya sejumlah pemain yang tidak memperkuat skuad Garuda di Piala AFF 2026.
Nama-nama seperti Kevin Diks dan Jay Idzes menjadi pemain yang diharapkan kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Kehadiran pemain yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi Eropa dinilai dapat memberikan tambahan kualitas sekaligus meningkatkan kedalaman skuad.
"Saya rasa kehadiran Kevin Diks, Jay Idzes, dan beberapa pemain lainnya di tim ini akan membuat langkah kita semakin maju. Itulah kesempatan kita selanjutnya setelah melewatkan peluang di sini [AFF]," tutur Herdman.
Bagi Herdman, membangun Timnas Indonesia bukan hanya soal mengejar hasil dalam satu turnamen. Ia ingin skuad Garuda memiliki identitas permainan yang jelas dan mampu mempertahankannya ketika menghadapi lawan mana pun.
Hal tersebut mulai terlihat selama Piala AFF 2026. Indonesia berusaha tampil agresif dengan pressing tinggi dan membangun permainan melalui penguasaan bola.
"Sebagai staf pelatih dan pemain, kita telah meletakkan fondasi budaya yang baik. Para pemain telah berjuang untuk satu sama lain," ujarnya.
"Secara taktik, Anda dapat melihat ada identitas yang jelas. Kita bermain tandang, kita melakukan pressing tinggi, kita mendominasi bola. Dan di masa depan, kita harus memenangkan trofi itu."
Kini, tantangan berikutnya menanti Timnas Indonesia. Kegagalan di Piala AFF 2026 harus segera dievaluasi sebelum skuad Garuda kembali berjuang di agenda internasional berikutnya.
FIFA ASEAN Cup 2026 pun berpeluang menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa kegagalan di Piala AFF bukanlah akhir, melainkan bagian dari proses menuju target yang lebih besar.
