PSSI Jawa Barat Soroti Peran Penting Liga Universitas dalam Pembinaan Sepakbola Berjenjang

Liga Universitas
Sumber :
  • Istimewa

Jailani menilai keberadaan kompetisi sepak bola mahasiswa memiliki nilai lebih karena mampu mempertemukan dunia pendidikan dengan prestasi olahraga.

img_title Timnas Indonesia Gagal Lagi di Piala AFF 2026, Harus Menunggu Berapa Tahun Lagi PSSI?

Ia berharap keduanya dapat berjalan beriringan sehingga sepak bola tidak hanya melahirkan pemain berkualitas, tetapi juga generasi muda yang memiliki pendidikan serta karakter kuat.

“Sehingga antara pendidikan dan prestasi akan kami padukan menjadi satu kekuatan kemajuan sepak bola di Jawa Barat dan masa depan juga untuk generasi sepak bola Jawa Barat dan generasi muda Jawa Barat,” ujarnya.

img_title Susul PSSI, Federasi Sepak Bola Argentina dan Afrika Nyatakan Dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino

Bagi Jailani, manfaat sepak bola juga tidak sebatas hasil pertandingan atau jumlah trofi yang diraih.

Olahraga, khususnya sepak bola, dinilai dapat menanamkan nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, dan semangat membangun daerah.

img_title FIFA Dituding Lakukan 'Pemerasan' demi Infantino! Yordania Bongkar Dugaan Tekanan, PSSI Unjuk Kesetiaan

“Bukan hanya di olahraga, tapi mungkin dari sepak bola akan terbangun semangat membangun Jawa Barat dengan sportivitas tinggi,” kata Jailani.

PSSI Jawa Barat pun membuka peluang untuk mengintegrasikan Liga Universitas Coca-Cola dengan berbagai program pengembangan sumber daya manusia sepak bola yang saat ini tengah berjalan.

Asprov PSSI Jawa Barat kini menjalankan sejumlah program, mulai dari kursus dan pembinaan wasit, pengembangan match commissioner, hingga peningkatan kapasitas pelatih.

Program kepelatihan bahkan disebut menyasar ribuan pelatih yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

“Kami sedang melaksanakan kepelatihan 2.500 pelatih di 27 kabupaten/kota yang sedang berjalan. Di tiga tempat hari ini di Purwakarta yang sudah masuk itu sekarang hampir 4.500 pelatih,” ungkapnya.

Jailani berharap kompetisi mahasiswa juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan sumber daya manusia sepak bola dari berbagai sektor.

Mahasiswa yang terlibat tidak harus berhenti sebagai pemain. Mereka juga bisa mulai membangun kompetensi sebagai pelatih, wasit maupun perangkat pertandingan lainnya.

“Kalau ada kegiatan ini mungkin bisa disatukan. Bahkan kami harapkan juga kepada mahasiswa, teman-teman mahasiswa juga harus ikut. Harus memiliki standardisasi di kepelatihan ini,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Regional Bandung, STKIP Pasundan pun berhak membawa pulang gelar juara Liga Universitas Coca-Cola 2026.

PSSI Jawa Barat berharap kompetisi serupa dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut