10 Skuat Impian yang Dirusak Ganasnya Bursa Transfer
- Sportskeeda.com
Musim terbaik mereka: Mereka memenangkan Liga Champions dan Intercontinental pada 1991. Mereka memenangkan liga domestik mereka pada tahun 1990, 1991 dan 1992, serta Piala Serbia pada tahun 1991.
Para pemain mereka pun memilih pindah karena mendapat tawaran lebih menarik di klub lain. Seperti Prosinecki (Real Madrid), Savicevic (AC Milan), Mihajlivic (AS Roma), hingga Jugovic (Sampdoria).
Ajax Amsterdam 1987
Di bawah asuhan Cruyff sebagai pelatih, Ajax kembali membangun skuat yang fantastis. Mereka memenangkan Piala Winners 1987 dan KNVB Cup pada 1986 dan 1987. Sayang, sukses tersebut membuat skuat mereka dilucuti klub lain.
Marco Van Basten dan Frank Rijkaard adalah dua nama besar yang memutuskan pergi. Van Basten ke AC Milan dan Rijkaard ke Sporting Lisbon. Cruyff juga bahkan pergi dan memilih melatih Barcelona pada tahun 1988.
Borussia Dortmund 1997
Skuat Dortmund yang sukses menjuarai Liga Champions 1997 usai menyingkirkan Juventus di final juga tidak bertahan lama. Para pemain mereka memilih hijrah setelah sukses yang sesaat tersebut.
Padahal saat itu, Dortmund menjuarai Liga Champions 1997, juara Bundesliga 1995 dan 1996, juara Piala Interkontinental 1997. Tapi pada akhirnya, skuat mereka 'bubar' setelah para pemain memilih pindah.
![]()
Palmeiras 1994
Sukses menjuarai Liga Champions dan juga Liga pada tahun 1993 dan 1994, membuat skuat Palmeiras dilucuti klub lain. Para pemain seperti Rivaldo, Mazinho, dan Roberto Carlos hanyalah tiga dari banyak nama yang pergi.
Ajax Amsterdam 1995
Ajax membuat kejutan pada 1995 dengan mengalahkan AC Milan di Liga Champions. Skuat Ajax saat memiliki kedalaman tim dan dihuni para pemain seperti Edwin van der Sar, Clarence Seedorf, Edgar Davids hingga Overmars.
Mereka memenangkan Liga Champions, Piala Super Eropa dan Piala Intercontinental pada 1995. Mereka juga menjuarai Eredivisie pada tahun 1994, 1995 dan 1996. Sayang para pemain selanjutnya memilih pergi.
Marseille 1993
Skuat Marseille ini sukses memenangkan Liga Champions dengan mengalahkan AC Milan yang memiliki skuat kuat. Sayang skuat Marseille gagal dipertahakan karena sang pemilik klub, Bernard Tapie memiliki masalah yudisial.
Para pemain andalan Marseille kala itu seperti Alen Boksic, Marcel Desailly, Didier Deschamps, dan Rudi Voeller memilih pindah dan mencari peruntungan lain di klub baru.
