6 Liga di Eropa yang Berhenti Total karena Virus Corona

Pemain Paris Saint-Germain (PSG) rayakan gol.
Sumber :
  • www.instagram.com/psg/

VoxPop – Virus corona COVID-19 memberikan dampak besar terhadap sepakbola di Eropa. Liga-liga di Benua Biru harus terhenti karena virus yang berasal dari Wuhan, China ini.

img_title Bursa Transfer Timnas Indonesia: Masa Depan Maarten Paes Dipertanyakan usai Ajax Resmi Gaet Marc-Andre ter Stegen

Bahkan, ada juga liga yang harus berhenti total karena virus berbahaya ini. Ada yang tetap menentukan gelar juara di saat liga terhenti, tapi ada juga yang membiarkan gelar kosong.

Berikut 6 liga di Eropa yang berhenti total karena virus corona, dilansir berbagai sumber:

img_title Kabar Pemain Timnas Indonesia di Mancanegara: Maarten Paes Kembali Bersinar di Ajax Amsterdam

1. Belgian Pro League
Dilansir Soccerway, Liga Belgia harus terhenti usai Majelis Umum mengesahkan rencana penyelenggara liga akhir bulan April 2020 lalu. Sebelumnya, kompetisi terhenti sejak Maret karena pandemi virus corona.

Club Brugge juara Liga Belgia 2019/20.

img_title Maarten Paes Terima Kabar Buruk dari Fabrizio Romano, Nasib Kiper Timnas Indonesia Terancam di Belanda

Club Brugge yang memuncaki klasemen saat liga terhenti dinyatakan sebagai juara. Mereka meraup 70 poin, unggul 15 poin dari Gent yang menjadi pesaing terdekat. Keputusan ini diambil pada 15 Mei 2020.

16 klub di Pro League sudah memainkan 29 pertandingan di musim reguler. Tak ada playoff yang dimainkan untuk menentukan posisi final, seperti yang biasanya terjadi di Liga Belgia.

Ini menjadi gelar ke-16 Brugge di Liga Belgia atau yang ketiga dalam lima musim terakhir. Brugge juga berhak atas satu tiket ke penyisihan grup Liga Champions musim depan.

(Baca juga: Liga Belgia Disetop, Club Brugge Resmi Jadi Juara)

2. Cyta Championship
Pada 15 Mei 2020, kompetisi teratas di Liga Siprus harus berhenti total. Mereka juga tidak memberikan gelar juara, serta tak ada promosi dan degradasi. Sebagai konsekuensinya, musim depan akan diikuti 14 tim, bertambah 2 tim dibandingkan musim ini.

Klasemen saat liga terhenti menjadi penentu siapa yang berhak atas tiket ke Eropa musim depan. Omonia yang menempati puncak klasemen mendapatkan tiket kualifikasi babak pertama Liga Champions.

3. Ligue 1
Ligue 1 berhenti total pada 28 April 2020. Dan dua hari kemudian badan liga Prancis (LFP), memutuskan memberikan gelar kepada pemuncak klasemen, Paris Saint-Germain.

Winger Paris Saint-Germain (PSG), Kylian Mbappe.

Karena jumlah pertandingan setiap tim tak sama, Ligue 1 membuat rata-rata poin dari pertandingan yang dimainkan sebagai acuan. Rata-rata poin tertinggi itulah yang ditetapkan sebagai klasemen akhir.

PSG yang meraup 68 poin dari 27 pertandingan ditetapkan sebagai juara. Les Parisiens mencatat rata-rata poin 2,52, unggul dari pesaing terdekat Olympique Marseille dengan rata-rata poin 2 (52 poin dari 28 laga).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut