Drama di Balik Sukses Chelsea Juara Liga Champions
Menghadapi Bayern di final Liga Champions 2012 menjadi salah satu duel terberat Chelsea. Pasalnya, pertandingan berlangsung Allianz Arena yang merupakan markas dari Bayern Munich. Apalagi Chelsea sempat tertinggal lebih dulu.
"Kami berada di Munich, di final, di stadion mereka, tenggelam dengan ribuan warna merah. Tuan rumah unggul dengan pertandingan tersisa tujuh menit. Di momen itu, saya begitu putus asa," cerita Drogba.
"Tapi Juan Mata berkata kepada saya, percayalah Didi, kamu harus yakin. Hampir menangis saya menjawab setelah melihat skor dan waktu laga yang tersisa. Percaya pada apa? Ini sudah hampir berakhir," lanjut Drogba.
Drogba pun mulai membayangkan hal-hal buruk yang akan terjadi. Kekalahan Timnas Pantai Gading di final Piala Afrika mulai membayangi benaknya. Tapi di saat sudah putus asa itu, keajaiban datang buat Drogba dan Chelsea.
"Saya membayangkan akan menangis seperti beberapa bulan yang lalu ketika saya kalah di final Piala Afrika bersama Timnas Pantai Gading. Tapi di menit-menit terakhir, kami mendapat sepak pojok," cerita Drogba.
"Tebak siapa yang melakukan tendangan sudut? Juan Mata. Dan sisanya adalah sejarah. Pelajarannya adalah, selalu percaya!!" tutup Drogba.
Seperti diketahui, Drogba yang mencetak gol balasan di menit 88. Skor 1-1 hingga tambahan waktu membuat pemenang ditentukan adu penalti. Dan Chelsea keluar sebagai juara usai menang adu penalti 4-3.
