The Legendary: Kisah Eric Cantona Pensiun Dini dan Surat dari Sir Alex
"Terkadang pemain tidak menyadari betapa sulitnya bermain di level kami. Setiap pertandingan adalah final dan saya berharap ia bisa melakukan dengan baik untuk kami," katanya.
Dalam surat tersebut, Sir Alex juga mengutarakan bahwa ia berharap bisa menemukan sosok seperti Cantona di masa depan. Meski Sir Alex juga tidak meragukan kemampuan pemain muda yang ia miliki saat itu.
"Eric, anda tahu bagaimana saya membutuhkan anda. Sekarang anda bukanlah pemain saya. Saya harap anda menyadari anda memiliki seorang teman," tutup Sir Alex dalam surat tersebut.
Cantona adalah pemain sepakbola yang memiliki kemampuan individu yang sangat luar biasa. Sayangnya hal ini tidak dibarengi dengan tingkat emosionalnya yang tinggi.
Pemain berjuluk The King ini, pernah melakukan tindakan yang sampai saat ini akan selalu diingat banyak orang. Bagaimana tidak, Cantona mengeluarkan tendangan kung fu kepada seorang suporter.
Januari 1995 di Stadion Selhurts Park yang menjadi markas dari Crystal Palace, kejadian tendangan kung fu Cantona terjadi. Cantona terprovokasi oleh seorang suporter yang bernama Matthew Simmons.
Emosi Cantona tidak terbendung yang kemudian ia meluapkan dengan melalukan tendangan kung fu. Cantona memang terkenal salah satu pemain dengan tingkat emosional yang tinggi.
![]()
Namun kejadian di Selhurts Park tersebut adalah yang paling parah. Karena sasaran dari emosi Cantona adalah suporter.
Sir Alex yang memamg mengetahui pribadi Cantona dengan baik, sempat memperingatkan agar ia tidak terpancing emosinya sebelum pertandingan dimulai. Sayangnya, Cantona melupakan omongan Sir Alex dan terpancing emosinya di lapangan.
Cantona akhirnya tidak bisa lepas dari hukuman. Ia di larang bermain sepakbola selama delapan bulan.
Cantona nyaris masuk penjara, namun akhirnya diganti dengan hukuman kerja selama 120 jam. Cantona sempat berpikir untuk meninggalkan MU, karena kejadian tersebut.
Apalagi ia tidak bisa memimpin rekan-rekannya di MU selama delapan bulan. Sir Alex kemudian sampai terbang ke Prancis untuk berbicara dengan Cantona.
Cantona akhirnya bertahan di MU sampai dua tahun kemudian, sebelum ia benar-benar memutuskan gantung sepatu.
