Insiden Hotel Bikin Modric Marahan dengan Rekan Setim Selama 3 Tahun

Gelandang Real Madrid asal Kroasia, Luka Modric.
Sumber :
  • ESPN

VoxPop – Bintang Real Madrid, Luka Modric mengungkapkan bahwa dia pernah memiliki keretakan hubungan selama tiga tahun dengan rekan setimnya di Timnas Kroasia, Mario Mandzukic. Ini terjadi setelah insiden di lift hotel.

img_title Franco Mastantuono Tinggalkan Real Madrid, Fiorentina Resmi Amankan Wonderkid Argentina

Mandzukic, yang membuat 89 penampilan untuk negaranya selama 11 tahun, memutuskan untuk pensiun dari sepakbola pada pekan lalu. Dia sebelumnya berkarier di Dinamo Zagreb, Bayern Munich, Atletico Madrid hingga Juventus.

Mandzukic mengumumkan keputusannya dalam sebuah posting Instagram yang menyertakan gambar sepasang sepatu bola tua. "Mario kecil yang terkasih," katanya dalam sebuah pesan untuk dirinya yang lebih muda. "Saat Anda mengenakan sepatu bot ini untuk pertama kalinya, Anda bahkan tidak bisa membayangkan apa yang akan Anda alami dalam sepakbola.

img_title Bursa Transfer Liga Spanyol: Real Madrid Dapat Kabar Buruk, Rodri Ternyata Lebih Pilih Gabung Barcelona

"Anda pada akhirnya berhasil mencetak gol di panggung terbesar dan Anda akan memenangkan trofi terbesar dengan klub terbesar. Dengan bangga mewakili negara Anda, Anda akan membantu menulis sejarah olahraga Kroasia..."

Setelah pengumuman pensiunnya, banyak yang memberikan penghormatan kepada striker berusia 35 tahun itu, termasuk mantan rekan setimnya di tim internasional Modric. Namun menariknya, Modric mengungkapkan fakta yang mengejutkan.

img_title Real Madrid Resmi Perpanjang Kontrak Vinicius Junior Sekaligus Rekrut Yan Diomande dari RB Leipzig

Penyerang Timnas Kroasia, Mario Mandzukic

Photo :
  • Zimbio.com

Faktanya, gelandang Real Madrid itu berbicara tentang hubungannya yang sulit dengan Mandzukic dalam kutipan menarik dalam otobiografi barunya 'My Game'. "Mario adalah pria yang spesial. Terkadang dia terlihat pemarah," tulis Modric.

"Mereka yang tidak mengenalnya dengan baik akan berpikir bahwa pada kenyataannya, dia selalu mengerutkan kening. Selama ini saya mengenal Mario sebagai anak yang hebat, dengan hati yang besar. Saya mencintainya sejak hari pertama, meskipun butuh waktu lama untuk memahaminya."

"Kami menghabiskan banyak waktu bersama di tim nasional. Pada kunjungan ke Islandia, ketika kami akan pergi ke Piala Dunia di Brasil, saya bertemu Mandzukic di depan lift hotel. 'Ayo Mario, kita akan bekerja keras hari ini,' kataku padanya."

"Ini biasa dilakukan, karena berkali-kali para pemain saling menyemangati dalam latihan atau sebelum pertandingan. Tapi Mandzukic, bagaimanapun, mengejutkan saya dengan reaksinya: 'Lihat dirimu sendiri, tinggalkan aku.' Reaksinya itu membuat saya cukup terganggu."

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut