Wabah Corona Hantam Dunia Olahraga, Arema FC Hanya Bisa Pasrah
- VoxPop / Lucky Aditya Ramadhan
VoxPop – Wabah virus Corona Covid-19 membuat beberapa negara memutuskan pertandingan sepakbola digelar tanpa penonton hingga penundaan jadwal pertandingan seperti di Thailand dan Vietnam. Di Indonesia, hanya laga Persija Vs Persebaya saja yang ditunda PT LIB karena mengacu surat edaran Pemprov DKI Jakarta.
Pelatih Arema FC, Mario Gomez mengatakan potensi berbahaya atau tidak virus corona merupakan ranah kedokteran atau ahli medis. Arema sendiri akan melakoni laga Liga 1 melawan Persib Bandung, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu, 8 Maret 2020.
Baca: Bintang Persib Bertekad Bikin Arema Kalah di Kandang
"Terkait berbahaya atau tidak, saya menyerahkan ke dokter. Karena dokter lebih paham potensi pertandingan di sini lebih berbahaya atau tidak terkait penyebaran virus corona," kata Mario Gomez.
Pelatih asal Argentina itu pun menyerahkan keputusan semua laga ke PSSI dan operator Liga 1 PT LIB. Menurutnya, keputusan pertandingan sepak bola ditengah ancaman wabah virus corona menjadi tanggung jawab pihak federasi.
"Apakah kami bisa bermain atau tidak? Kami bukan dokter atau tim medis. Itu kembali ke federasi (PSSI), mereka menyatakan kami bisa bermain atau tidak. Karena, pelatih dan pemain akan bekerja sesuai dengan porsinya," ujar Gomez.
Sementara pemain Arema FC, Bagas Adi Nugroho berharap laga tetap digelar sesuai jadwal yang ditentukan oleh operator Liga 1. Sebab, banyak orang yang bergantung hidup di sepak bola Indonesia. Mulai dari pemain, pelatih hingga para pedagang.
"Kalau saya tergantung federasi mengambil keputusan bagaimana. Tapi, kalau bisa Liga tetap jalan. Karena di situ banyak orang yang mencari penghasilan di sepakbola, jadi Liga tetap diharapkan tetap jalan," tutur Bagas Adi.
![]()
Pemerintah Larang Warga dari Tiga Negara Ini Datang ke RI
Sementara itu, pemerintah terus bekerja keras untuk menanggulangi penyeberan virus Corona Covid-19 di Tanah Air. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membatasi masuknya warga negara asing atau WNA.
Kementerian Luar Negeri RI, diketahui telah mengumumkan, larangan masuk untuk WNA yang berasal dari negara Iran, Italia, serta Korea Selatan. Lebih spesifik, warga Iran dari kota Teheran, Qom, Gila.
