Kisruh Tunggak Gaji Klub Liga 2, APPI Bakal Lapor FIFA
- instagram.com/appi.official/
VoxPop – Langkah konkret bakal diambil oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) terkait kisruh tunggakan gaji pemain di kompetisi Liga 2 dengan melaporkan ke FIFA. Tindakan pembiaran dianggap telah dilakukan PSSI dan BOPI kepada sejumlah tim Liga 2 yang bermasalah dalam kasus tunggak gaji pemain namun tetap ikut ambil bagian di kompetisi kasta kedua di Indonesia musim ini.
Resmi dibuka pada Sabtu 14 Maret 2020 lalu, ternyata ada 5 klub yang masih menunggak gaji pemain musim sebelumnya yakni Mitra Kukar, Perserang Serang, Kalteng Putra, PSPS Riau hingga PSMS Medan. Alasan itu membuat Badan Olahraga Profesional ndonesia (BOPI) tidak mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan Liga 2 2020.
Tapi anehnya, Liga 2 masih tetap berjalan. PSPS bisa berlaga dan menang telak 3-0 atas Semen Padang di pekan pertama Liga 2, Minggu 15 Maret 2020 lalu.
Padahal mereka dinyatakan bersalah dengan menunggak gaji 22 pemain. Mereka sejatinya dalam masa hukuman FIFA.
Baca juga: PSSI Biarkan PSPS Riau Ikut Kompetisi, FIFA Harus Bertindak!
PSPS dilarang mendaftarkan pemain untuk 3 periode bursa transfer sebelum menyelesaikan masalah hutangnya. Buntut kondisi ini, APPI melayangkan protes kepada PSSI dan PT LIB selaku operator pertandingan.
Setidaknya ada 7 poin protes yang disampaikan. Salah satunya adalah "Hal lain yang membuat kami sangat kecewa dan berang adalah adanya pelecehan hukum oleh PSSI dan PT LIB terhadap putusan yang telah berkekuatan hukum tetap dari suati lembaga penyelesaian sengketa nasional amanat dari Circular FIFA nomor 1192 yaitu NDRC yang juga merupakan pilot project FIFA," tulis sikap APPI pada poin ke-4.
''Bahwa terhadap poin (pertama) di atas kami sudah langsung berkomunikasi dan melaporkan hal ini kepada FIFA dan FIFPro untuk memproses dan menindak terhadap adanya pelanggaran terhadap Lembaga penyelesaian sengketa yang dibentuk oleh FIFA tersebut. Meskipun hal ini sangat kami sesalkan karena ada potensi hukuman yang lebih besar yang akan dijatuhkan oleh FIFA yang nantinya justru akan merugikan sepakbola Indonesia itu sendiri,'' lanjut APPI dalam poin ke-6.
Berikut 7 poin protes yang disampaikan APPI dalam rilis yang diterima VoxPop:
