Ada Apa dengan Persipura?
- Instagram@persipurapapua1963
"Jujur di Persipura saya tidak punya klausul itu dalam kontrak. Dan saya mampu membawa klub ini ke AFC. Saya sampaikan kepada pemain ketika di lapangan tadi terjadi keributan. Saya kecewa, karena jika kita lakukan di AFC kita kena diskualifikasi dan sanksi seumur hidup. Saya sangat malu sebagai pemimpin tim ini, dan jadi bukti saya tidak bisa membina tim ini dengan baik sampai saat ini, sampai pemain lepas kontrol," tambah Jacksen.
"Jujur kekecewaan saya tadi sangat besar sekali. Target saya bukan main di Liga Indonesia yang mungkin tindakan seperti itu tidak mendapat hukuman atau wasit tidak kasih kartu. Tapi di level internasional, jika terjadi itu, harga diri saya sebagai pelatih Brasil itu tercoreng dan saya selalu bilang, sebelum membawa klub mana saja, saya punya harga diri yang jauh lebih tinggi dari lambang apapun. Saya berusaha menjaga itu sebaik mungkin."
Masalah internal Persipura ini diakui Jacksen sempat membuatnya berpikir untuk hengkang. Apalagi dia begitu terkejut mendengar kabar ada tindakan indispliner jelang uji coba melawan Persita.
"Kalau saya sangat sulit bicara, karena itu sebuah persoalan yang berhubungan dengan jati diri seseorang. Persoalan itu harus kita selesaikan secara internal. Ini persoalan yang besar. Jujur, sebelum pertandingan tersebut, saya berpikir banyak hal, keputusan buruk yang bisa ambil. Keluar dari tim dan banyak hal," ujar Jacksen.
"Jujur tadi saya sangat kecewa sekali. Karena itu terjadi dalam beberapa menit sebelum menyampaikan susunan pemain, disampaikan kabar soal itu sehingga itu membuat saya terpukul sekali secara pribadi dan emosional."
Memilih Diam
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu juga tak mau terlalu banyak bicara ke publik. Karena dia menyadari akan memberi dampak buruk kepada orang dalam tim lainnya.
"Saya mau menjauhkan diri dari kejadian itu. Susah saya bicara tim ini seperti apa ke depan. Berat. Saya bukan orang Papua, karena jika kita bicarakan apa yang terjadi, kita menyakiti perasaan beberapa orang dalam tim, sehingga saya lebih memilih diam," katanya.
