Burkina Faso Didukung Suporter Indonesia, Timnas Amerika U-17 Tak Mau Anggap Remeh

Timnas Burkina Faso U-17
Sumber :
  • Persita Tangerang

VoxPop – Gagal menang di laga pertama Piala Dunia U-17 2023 tidak membuat Burkina Faso U-17 diremehkan.

img_title Trump Ucapkan Terima Kasih ke FIFA usai UEFA Marah Besar soal Timnas Amerika Folarin Balogun Bebas dari Hukuman

Pelatih Amerika Serikat U-17, Gonzalo Segares tetap memandang "The Stallions" bakal menjadi lawan yang sulit dalam duel di Grup E di Jakarta International Stadium, Rabu 15 November 2023.

Amerika Serikat melakukan start gemilang saat menang 3-1 atas Korea Selatan U-17. Sementara, Burkiano Faso U-17 harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor lumayan telak 3-0. Kekalahan yang membuat wakil Afrika ini menempati juru kunci klasemen sementara tanpa mendapatkan poin. 

img_title UEFA Murka! Keputusan FIFA soal Pemain Amerika Folarin Balogun yang Dinilai Rusak Integritas Piala Dunia

Segares menuturkan kekalahan dari Prancis tak menjadikan Bukina Faso sebagai lawan lemah. Menurut dia, Burkina Faso hanya kurang beruntung karena mereka sesungguhnya tim yang sulit dikalahkan. 

"Ketika saya melihat lawan di grup ini, saya tahu pertandingan di grup ini tidak akan mudah. Burkina Faso adalah lawan yang sulit. Mereka punya kekuatan fisik dan postur yang tinggi," ujar Segares. 

img_title Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko, Swiss, Skotlandia dan AS Pimpin Grup, Australia Bikin Kejutan

"Mereka punya tiga penyerang yang bagus dan unggul dalam duel udara. Ini yang harus diwaspadai. Mereka juga hebat dalam situasi 50-50 saat perebutan bola. Saya sudah prediksi ini akan menjadi pertandingan yang mengutamakan fisik," katanya. 

Tidak hanya melawan Burkina Faso, tim AS juga harus menghadapi penonton yang akan menjadi 'musuh' mereka. Sama ketika Tyler Hall dkk saat melawan Korsel di pertandingan pertama. Saat itu, penonton menyoraki timnya dan memberikan dukungan kepada Korsel. 

Tapi hal itu dinilainya tidak masalah. Meski memberikan dukungan kepada tim lawan, kehadiran penonton menjadikan pertandingan kian semarak. 

"Karena itu pula kami sangat ingin berada di sini. Dan, itu benar. Kami pernah menghadapi situasi yang lebih sulit dengan penonton saat melawan Guatemala yang bertindak sebagai tuan rumah di babak kualifikasi. Ada tidak kurang 20 ribu suporter yang menyoraki kami. Bahkan ada menembakkan laser kepada pemain kami. Tetapi kamu tahu, kami butuh pengalaman seperti itu," tuturnya. 

"Ini adalah sebuah pertandingan. Ada penonton mendukung kami, tetapi kadang mereka memberikan tekanan kepada kami karena mendukung tim lawan," ujar Segares. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut