Ketika Taktik Parkir Bus Timnas Indonesia Bikin Frustrasi Raksasa Eropa

Aksi Ramang di duel Indonesia versus Uni Soviet pada Olimpiade 1956 silam
Sumber :
  • FIFA.com

Melbourne – Catatan sejarah sempat dibuat Timnas Indonesia di Olimpiade 1956 di Melbourne, Australia. Indonesia mampu menahan imbang Uni Soviet yang kala itu menjadi kekuatan utama sepakbola Eropa.

img_title Pelatih Timnas Indonesia John Herdman: Banyak yang Dipertaruhkan saat Lawan Vietnam di Piala AFF 2026

Dilansir situs resmi FIFA, Uni Soviet diperkuat kiper legendaris Lev Yashin. Masih ada sederet bintang, dari mulai Igor Netto dan Eduard Streltsov.

Indonesia bertemu Uni Soviet di babak perempatfinal Olimpiade 1956 yang digelar di Olympic Park Stadium, Melbourne, pada 29 November 1956.

img_title Terpopuler: Jay Idzes Pecahkan Rekor Transfer, Unai Emery Terpukai dengan Atmosfer SUGBK

Uni Soviet diunggulkan karena mampu mengalahkan Jerman 2-1 di babak pertama. Sedangkan Indonesia langsung lolos ke perempatfinal usai Vietnam Selatan memutuskan mundur.

Tampil di hadapan 3.228 penonton, pelatih Indonesia asal Yugoslavia Antun 'Toni' Pogacnik menerapkan taktik parkir bus. Para pemain Uni Soviet dibuat frustrasi menembus pertahanan rapat Skuad Garuda. Skor imbang 0-0 bertahan hingga 90 menit waktu normal plus 30 menit tambahan waktu.

img_title Kiper Vietnam Tak Gentar Hadapi Teror Suporter Timnas Indonesia di Pakansari

Menurut kantor berita Prancis, AFP, yang dikabarkan kembali surat kabar De Nieuwsgier terbitan 30 November 1956, pemain Uni Soviet tidak bisa menyembunyikan raut wajah tidak puas dan kekesalannya ketika meninggalkan lapangan.

Laman FIFA menyebut seperti ini: "...Soviet hampir tidak bisa melewati ketangguhan skuad Indonesia di perempatfinal...".

VoxPop Militer: Kapten CPM Maulwi Saelan bersama Indonesia di Olimpiade 1956

Photo :

Kiper Maulwi Saelan yang menjadi benteng terakhir timnas menjadi pahlawan karena aksinya. Tak hanya Saelan, pemain lini tengah Ramlan, Kiat Sek, dan Liong Houw juga mendapatkan pujian dari media asing.

“Saya jatuh bangun menahan gelombang serbuan Beruang Merah. Pokoknya, kami bertekad tidak menyerah. Waktu itu masih belum ada peraturan, kalau hasil pertandingan draw, harus dilakukan sudden death tendangan penalti.” ujar Maulwi seperti dikutip dari Sukarno.org.

Partai ulangan pun akhirnya harus dilakukan. Kali ini, Indonesia takluk 0-4 dari Uni Soviet dalam duel yang digelar di Olympic Park Stadium, Melbourne pada 1 Desember 1956.

Uni Soviet akhirnya terus melaju dan merebut medali emas. Mereka menjadi juara Olimpiade 1956 setelah menang 1-0 atas Yugoslavia di partai final, 8 Desember 1956.

Bahkan, empat tahun berselang, Uni Soviet menjadi juara Piala Eropa 1960, yang merupakan Piala Eropa edisi pertama. Uni Soviet menaklukkan Yugoslavia 2-1 dalam laga final di Parc des Princes, 10 Juli 1960.

Pemain Timnas Indonesia, Rizky Ridho

Rizky Ridho Beberkan Cara Timnas Indonesia Redam Provokasi Vietnam

Rizky Ridho mengungkap cara Timnas Indonesia menghadapi potensi provokasi Vietnam pada laga Grup A Piala AFF 2026. Garuda diminta fokus pada taktik demi meraih kemenangan

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut